Dihadapan harta
Mata menjadi penuh hal manis
Dihadapan tahta
Mulut terkunci dalam tralis-tralis
Dihadapan kuasa
Nafsu-nafsu berbaris
"Ini bisnis" Katamu.
Lalu ke mana Tuhan?
Tuhan menyurut pada cekung hati
Tertepikan jauh,
sedang firman-firmannya dipinjam
Untuk meghalalkan semua tindak tanduk diri.
11/03/2017
KAMU SEDANG MEMBACA
Napak Tilas
PoesiaHanya sekumpulan puisi amatiran, dari seorang pria perindu, penyuka sunyi, perenung, penikmat senja dan kopi, serta pemurung ulung. . .
