Wahai pemurung...
bagaimana senjamu belakangan?
masih menyenangkan bukan?
suram betul dirimu
bagai dipenuhi kelesuan
bahkan puisimu muram
mengapa pemurung?
bukankah kau pemurung ulung
pemurung yang malang...
KAMU SEDANG MEMBACA
Napak Tilas
PoésieHanya sekumpulan puisi amatiran, dari seorang pria perindu, penyuka sunyi, perenung, penikmat senja dan kopi, serta pemurung ulung. . .
