merindu seperti menyeduh kopi,
sabar menanti waktu mendidih...
sesekali menghirup aroma yang kering
menambah hal-hal yang manis,
lalu saat sampai pada menuang kehangatan
kau membalas dengan aroma itu...
semerbak, melemahkanku tiap menarik nafas
aroma yang membuatku selalu ingin,
menjumpaimu menjelang senja...
oh, kau candu...
candu waktu petangku...

KAMU SEDANG MEMBACA
Napak Tilas
PoetryHanya sekumpulan puisi amatiran, dari seorang pria perindu, penyuka sunyi, perenung, penikmat senja dan kopi, serta pemurung ulung. . .