dua puluh empat

720 90 7
                                        

N.B : Aku gak tahu mau bilang apa sebelum nulis ini. Tapi semoga feel nya dapat deh.

Happy reading!

N.B.B : Vomments jgn lupa.

N.B.B.B : Thanks...

.
.
.

Eleanor langsung masuk ke lift lalu turun ke bawah. Ia pun segera keluar dan tiba-tiba seseorang menahan tahannya untuk tidak pergi.

"Louis! Lepaskan tanganku!" ujar Eleanor sambil melepaskan tangan dari genggaman Louis.

Eleanor tak bisa lagi menahan tangisnya.

"Please, El! Jangan tinggalkan aku! Aku mohon!" pinta Louis. Air mataku kini tak bisa kutahan lagi. "Aku mencintaimu. Aku bisa jelaskan semua ini. A-"

"No, Louis! Kau sudah menghancurkan kepercayaanku padamu. Aku tak butuh penjelasan apapun. Hubungan kita sudah selesai, Louis! Aku tak mau lagi bertemu denganmu. Selamanya! " ujar Eleanor lalu pergi meninggalkan Louis.

"Jangan pergi, El!" teriak Louis. Louis tahu bahwa mimpi buruknya terjadi juga. Louis pun segera mengejar Eleanor. Eleanor segera naik taksi dan pergi.

Louis segera mengambil mobilnya lalu menyusul Eleanor.

"Pak, bisa cepat sedikit?" tanya Eleanor sambil melihat ke belakang. Pengemudi taksi itu mengangguk. Eleanor lega ketika mobil Louis terpaksa berhenti karena dia terkena lampu merah yang memakan waktu hampir satu menit. Eleanor pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya.

~~~~

"Eleanor, ada Louis tunggu kamu dibawah." ujar Mom.

"Bilang sama dia, kalau aku tidak ada. Lagi keluar sama teman aku. Terserah yang mana. Seterusnya kalau Louis datang bilang itu saja." ujar Eleanor.

"El, Mom tahu masalahmu. Tapi, kau harus mendengar penjelasannya." ujar Mom.

"Kalau aku sudah dengar dan aku harus percaya lagi? Cukup, Mom. Aku lelah." ujar Eleanor terisak.

"Baiklah. Mom akan bilang." ujar Mom lalu meninggalkan Eleanor di kamar.

.

"Maaf, Louis. Eleanor tidak mau bertemu kamu." ujar Mom.

"Tidak apa-apa Mom. Aku sudah tahu." ujar Louis.

"Dan Mom rasa biarkanlah El menyendiri dulu. Nanti lama kelamaan kalau dia sudah baikan baru dia ingin bicara." ujar Mom

Louis hanya mengangguk pasrah. Ia berdoa saja, semoga Eleanor nanti mau mendengar ucapannya.

~~~~~

Seminggu kemudian

Louis masuk ke salah satu klub malam yang terkenal di Inggris. Klub ini terkenal karena semua pengunjungnya rata rata yang mempunyai uang banyak.

Louis berencana hari ini untuk minum sepuasnya. Toh, kalau ia sampai mabuk ada bodyguardnya yang membawanya nanti. Supaya tak terjadi hal hal yang tak ia inginkan.

Louis pun meminum minuman alkohol itu. Lalu ia mengambil sebatang rokok. Entah mengapa ia tak bisa berhenti merokok.

Ia kemudian melihat seorang gadis berambut brunette sedang duduk di pojok ruangan. Ia melihat gadis itu sedang mengisap rokok dan didepannya ada minuman berakohol.

Ia pun berjalan dan mendekati gadis itu. Ia merasa kalau ia mengenal gadis itu.

"Eleanor??!!!" tanyanya tak percaya.

Right Now [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang