Author's POV
"El, kau sudah siap?" tanya Louis berdiri di ambang pintu. "Lucas dan Hazel sudah menunggu di mobil. Mereka harus datang dua jam sebelum pertunjukan."
"Sudah, Louis. Kalian tunggu saja. Aku menyusul." jawab Eleanor.
Louis mendekat ke arah Eleanor. "Kau nampak pucat. Apakah kau sakit?"
"Tidak, Louis. Aku hanya sedikit lelah." jawab Eleanor.
"Kau sebaiknya jangan pergi. Kau istirahat di rumah. Lucas dan Hazel pasti mengerti." saran Louis.
Eleanor menggeleng. "Aku baik-baik saja. Aku harus datang di pementasan drama mereka. Mereka membutuhkan dukungan dari kita berdua, Louis. Mereka ingin agar kita berdua melihat mereka. Aku tak mau mereka tidak berkonsentrasi jika salah satu dari kita berdua tidak hadir."
"Baiklah. Tapi, kau jangan banyak bergerak disana." kata Louis.
"Iya, Louis. Aku janji." jawab Eleanor.
*****
Sambil menunggu acara dimulai, mereka mengobrol ringan untuk melepas rindu. Tampak The Boys menjaga mereka yang masih balita. Sementara itu, The Girls membantu persiapan anak-anak mereka yang akan tampil.
Ketika semuanya selesai, the girls kembali duduk. Eleanor tiba-tiba merasakan pusing di kepalanya.
"El, kau baik saja?" tanya Celine.
"Aku hanya pusing, Cel." ujar Eleanor. "Dan, perutku terasa... mual."
"Oh, astaga. Jangan-jangan kau hamil, Eleanor." ujar Perrie.
"Aku? Hamil? Tidak mungkin." ujar Eleanor.
"Kau kapan terakhir melakukannya dengan Louis?" tanya Sophia.
"Aku lupa." jawab Eleanor. "Oh, aku ingat. Umm... dua hari lalu, mungkin?"
"Kami akhir-akhir ini sering melakukannya. Tapi... tidak mungkin." sambung Eleanor.
"Kau minum pil mu?" tanya Barbara.
Eleanor menggeleng. "Aku lupa membelinya."
"Jika kau akhir-akhir ini memang sering melakukannya dengan Louis, tidak menutup kemungkinan kau hamil lagi." ujar Celine.
"Kau cek saja sebentar. Kalau benar, itu merupakan kejutan untukmu." ujar Perrie. "Bukankah kalian ingin punya anak lagi?"
"Aku akan mengeceknya." ujar Eleanor mantap.
Beberapa saat kemudian, acara pun dimulai. Mereka duduk bersama, satu deret kursi ada 10 orang. Mulai dari Liam-Sophia-Eleanor-Louis-Harry-Barbara-Celine-Niall-Zayn-Perrie.
"Rupanya... Hazel mewarisi kecantikanmu, El." ujar Louis tersenyum.
Eleanor tersenyum. "Louis, diamlah."
"Seandainya bisa, aku mau sekarang kita yang tampil lagi." ujar Louis.
"Tapi sayangnya tidak bisa, Louis. Kau sudah tua." ujar Eleanor terkekeh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Right Now [COMPLETED]
Fanfiction'Walau kini ia sudah jadi artis, namun sifanya tidak berubah. Ia tetap orang yang ku kenal dulu.' -Eleanor Jane Calder- 'Aku akhirnya bertemu lagi dengannya, dia yang mempunyai senyuman manis itu. Jika dia tersenyum, aku bahagia.' -Louis William Tom...
![Right Now [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/66857914-64-k928940.jpg)