11.2

2.1K 218 7
                                        

Nungguin pacar kesayangan @HiJack5on pulang dari USA

Kangen sama si Jacksaaaaay @HiJack5on

Tweet-tweet milik Lenne itu menghantui Bram selama perjalanan ke sekolah. Masih banyak lagi tweet ngawur yang seakan mengikrarkan kalau mereka adalah sepasang kekasih. Yang lebih mengerikan lagi, akun twitter, dan juga instagramnya yang seharusnya dalam masa hiatus, malah dipenuhi dengan promo single barunya yang memang akan dirilis beberapa bulan lagi.

Sudah jelas, managernya atau salah satu suruhan kakeknya yang mengoperasikan akun sosial medianya tanpa izinnya. Tiba-tiba Bram merasa 'terpenjara' dan dipermainkan.

Bram langsung menyusun rencana. Sepulang sekolah, ia akan meminjam ponsel ayah Nana. Si Om itu sudah pasti akan meminjamkannya ponsel. Ia cukup yakin kakeknya akan menerima telepon dari Adi. Kalaupun tak bisa, ia akan meneror Pak Yoso.

"Belum belajar juga, lo Bra?" Tanya Rey pada Bram. Istirahat siang ini mereka kembali ke tempat favorite mereka, di lapangan belakang.

Bram membaringkan diri di kursi. "Gue sibuk," katanya seakan alasan itu cukup untuk menghindar dari kewajibannya belajar.

"Sesibuk-sibuknya, lo nggak mau selamanya di SMA, kan?" balas Rey. "Suatu saat, lo juga harus jadi seseorang juga, supaya calon istri lo bisa ngandelin lo."

Bram menaikkan sebelah alisnya. "Lo mikirnya kejauhan banget."

"Gue emang kejauhan. Tapi lo?" Rey balik bertanya, kepanya tiba-tiba muncul, menghalangi pemandangan awan yang berarak di langit. "Abang Digo aja udah ngelamar Kak Nafta. Mereka rencana nikah tahun depan."

Digo dan Nafta. Bukti keajaiban dari SMU Masehi. Lima tahun lalu, mereka berdua adalah pasangan yang hampir tidak mungkin terjadi di sekolah mereka. Nafta si cewek alim, juara kelas dan olimpiade, disandingkan dengan badut kelas, Digo. Hal yang terlihat mustahil tapi nyatanya mereka masih langgeng sampai sekarang. Sesaat, Bram merasa iri.

Sampai sekarang, yang Bram punyai hanya gossip murahan bersama artis dan model yang tidak ia kenal dekat. Atau.... gossip bersama Lenne yang disulap menjadi fakta oleh managernya.

"Lo bisa ngajarin gue?" Tanya Bram akhirnya. Ia beranjak dari posisi berbaringnya dan duduk tegak. "Si akuntansi itu yang gue enggak ngerti-ngerti."

"Sebenernya, guru yang paling baik ya Nana. Tapi dia nggak mau ngajarin lo, ya?"

"Gue juga ogah diajar cewek sombong macam dia," sergah Bram.

"Hari ini gue janjian ma Gina. Gue ke rumah lo besok buat belajar bareng, gimana?" tanya Rey.

Hampir saja Bram mengiyakan, tapi akhirnya cowok ini menggeleng saat teringat sesuatu. "Nggak bisa. Besok gue mau keluar belanja keperluan camping. Lo temenin gue, ya."

Meski belum ada pengumuman resmi, tapi Bram tahu akan ada perjusami dua minggu lagi. Itu artinya ia harus meminta uang pada kakeknya... lewat Adi. Padahal ia juga berniat marah-marah pada kakeknya karena masalah Lenne.

Tapi kalau ia menunjukkan emosinya, sudah pasti tidak akan ada uang untuknya mengikuti perkemahan itu. Bram harus memilih. Memprotes permasalahan Lenne atau merayu demi bisa pergi camping.

Jawabannya cukup jelas bagi Bram. Bram akan melakukan apapun untuk bisa mengikuti acara perjusami itu. Cowok ini tertawa dalam hati, merasa geli dengan keputusannya sendiri. Bram lebih memilih sebuah ekskul aneh yang bahkan tidak ia sukai.

Sungguh keputusan yang konyol. Bram sendiri berharap ia tidak menyesali keputusannya.

JacksonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang