5. Your Sweet Smile

65.4K 4.6K 71
                                        

"Kamu akan belajar tambahan bersama Farshad hingga semester akhir di kelas 2 ini."

Malapetaka siap menghampiri Flora.

"Maaf Bu sebelumnya, saya setiap hari sudah terlalu banyak kegiatan di luar Bu," jelas Farshad.

"Nah iya Bu, Farshad sibuk. Lebih baik saya belajar sama yang lain aja deh Bu." Kali ini Flora setuju 100% dengan ucapan Farshad. Hal yang langka terjadi bila Flora menyetujui ucapan Farshad ini.

Bu Siska menghela nafasnya lelah, "Farshad. Ibu percaya sama kamu. Kamu murid yang Ibu akui memiliki kemampuan di atas rata-rata. Apa kamu tidak bisa meluangkan waktumu 1 jam saja setelah pulang sekolah?" Bu Siska sedikit memohon pada Farshad.

Aduh sialan. Manabisa gue nolak.. pikir Farshad.

"Bu, saya bisa belajar ke teman-teman yang lain kok Bu. Jangan dipaksa Farshadnya Bu..." Flora berbicara dengan tatapan memelas. Ia tak bisa membayangkan sedikitpun hari-harinya yang indah akan berubah jadi malapetaka bila harus ia lalui dengan laki-laki berwajah datar di sampingnya.

"Baik Bu. Saya bersedia."

Kali ini jawaban Farshad sontak membuat Flora menoleh sambil memelototkan matanya. Wajahnya berubah drastis seperti tikus yang baru saja berhadapan dengan kucing. Nyawanya seakan melayang.

Flora melemparkan tatapan yang seperti ingin berkata lo gila apa Farsh? Sementara Farshad hanya membalas tatapan itu dengan wajah super santai.

"Baguslah Farshad. Nilai Flora jadi tanggung jawab kamu ya. Ibu harap Flora bisa memperbaiki nilainya di semester ini," ucap Bu Siska berbinar-binar. Entah kenapa malah membuat Flora muak. Belum lagi wajah Farshad benar-benar menyebalkan. Rasanya ingin menonjok wajah Farshad ini.

"Tapi Bu...."

"Flora. Ibu tahu kamu pasti ingin kabur kan? Karena itu Ibu akan tetap terus memantau kamu dari Farshad. Ohiya, ini daftar absen yang akan diisi untuk melihat kehadiran Flora. Isi dengan tanda tangan Flora ya. Satu lagi, kalian jangan coba-coba membohongi saya. Kalian tahu kan saya seperti apa?" jelas Bu Siska seakan tak mempedulikan ekspresi wajah Flora yang seperti orang yang baru saja mendengar hukuman mati. Bu Siska segera memberikan kertas berisi kolom-kolom kehadiran untuk belajar private ini.

Gila sampai ada absennya. Ini Bu Siska niat banget sumpah.

Flora tahu benar Bu Siska seperti apa. Guru paling disiplin di sekolah. Disiplinnya ngalahin emak-emak yang nyuruh anaknya mandi.

Farshad hanya mengangguk, kemudian permisi ke luar dari ruangan. Sementara Flora masih membeku di tempatnya duduk. Farshad menghela nafasnya, kemudian berbalik dan menarik tangan Flora yang rohnya seakan tidak berada di dalam tubuh.

Mereka sudah berada di luar ruangan. Farshad buru-buru melepas genggaman tangannya dari tangan Flora dan melangkah lebih dulu meninggalkan Flora yang diam membeku.

"Farsh."

Farshad menoleh.

Ini benar-benar pertama kalinya Farshad menoleh ketika seseorang memanggilnya. Entah kenapa saat berada di dekat Flora, Farshad tidak seperti dirinya yang biasa. Ada yang aneh dengan Farshad. Padahal Flora mengingatkannya pada seseorang, kenapa ia tak membenci Flora saja?

"Please jangan hancurin hari-hari indah gue," ucap Flora sambil memohon.

Farshad memutar kedua bola matanya malas, yang ada lo yang ngerusak hari tenang gue, pikir Farshad.

Hear My VoiceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang