[COMPLETE]Flora Callia Valerie, atau sering dipanggil Flora. Cewek populer, cantik, tapi ditakuti cowok. Cewek tomboy yang jagonya berantem. Tapi kalau urusan pelajaran, dia mundur. Bukan karna gak pinter, hanya karna malas. Walaupun terkenal serem...
Flora mematut dirinya sekali lagi di depan cermin. Dress selutut berwarna biru tua tampak terlihat indah di tubuhnya. Ia sedikit merapikan rambutnya sambil tersenyum. Sekali lagi, ia berekspektasi tinggi, semoga acara pernikahan teman yang dimaksud Farshad hanyalah kebohongan. Dibaliknya ada kejutan ulangtahun untuk Flora. Itulah sebabnya ia berusaha berdandan secantik mungkin. Harapannya belum pupus. Ia yakin Farshad memang sengaja lupa akan ulangtahunnya untuk membuat Flora sebal.
Flora sudah siap. Dibayangannya adalah candle light dinner yang romantis, itulah alasan mengapa Farshad menyuruhnya mengenakan gaun yang cantik. Sebenarnya, Flora suka hal-hal sederhana mengejutkan yang selalu Farshad berikan padanya sejak pertama kali berpacaran, namun ia juga ingin sekali-kali merasakan makan malam romantis.
Tok... tok... tok...
"Sayang, Farshad udah nungguin tuh di bawah. Masih lama ya?"
"Bentar lagi Pa!"
Flora mengambil high heels hitamnya dan segera keluar kamar. Ayah Flora terkesiap beberapa saat memandangi kecantikan putrinya. Malam itu, Flora memang benar-benar sangat cantik dengan make up sederhananya, tak perlu make up yang terlalu berlebihan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kok anak Papa cantik banget sih?"
"Yaiyalahh kan anak Papa. Flora berangkat ya Pa," ujar Flora mencium punggung tangan Ayahnya kemudian perlahan turun ke lantai satu.
Farshad masih sibuk membaca koran saat Flora benar-benar sudah berdiri di samping sofa. Farshad masih belum menyadari kehadiran Flora. Namun, dehaman Ayah Flora menyadarkan Farshad akan kehadiran mereka, "jagain Flora ya. Pulangnya harus tetap secantik ini, gak boleh ada yang kurang."
Farshad pun menoleh, ia kemudian tersenyum dan mengangguk, "siap Pa. Farshad berangkat ya," katanya sambil berdiri dan mencium punggung tangan Ayah Flora.
Flora sudah terbiasa tanpa pujian yang keluar dari mulut Farshad walaupun secantik apapun Flora berdandan, karena Farshad memang tak bisa melihat wajah Flora. Tapi, Flora tak peduli. Ia tetap akan terus berusaha tampil cantik.
Farshad sendiri tampak tampan malam ini mengenakan jas formal dan rambut yang diberi pomade agar rapi. Bagi Flora, Farshad memang akan selalu tampan di matanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.