24. Go Back

41.8K 3.1K 56
                                        

Ratu Sinetron 👑 : Flor lo dimana? Gue mau gila nyari lo doang.

Tanpa Flora telepon terlebih dahulu, ternyata Citra sudah mencari dirinya. Flora mengetik pesan secepat kilat.

Flora Callia : Gue pulang sama Nino. Lo udah gak papa?

Flora melirik ke arah kanannya. Nino masih sibuk menyetir. Mereka saling bungkam. Bila Flora sibuk bermain handphone, maka Nino sibuk memperhatikan jalan.

Ratu Sinetron 👑 : Iya udah baikan. Kok lu pulang? Bolos?

Flora Callia : Iya bolos. Mayan bolosnya bareng degem.

Flora terpaksa berbohong. Ia tak ingin Citra mengetahui keadaannya. Pasti Citra bertambah sedih.

"Kak Flora laper? Mau beli makanan dulu?" Nino bertanya, namun matanya tetap menatap lurus jalan di depannya.

"Manabisa gue beli makan. Malu gue keluar mobil."

"Ntar Kak Flora tunggu di sini. Kita makannya di mobil aja." Nino akhirnya menoleh ke arahnya sambil mengulas senyum manis. Senyum yang mungkin bisa membuat jantung para gadis copot. Tapi, tidak bagi Flora.

"Oh gitu? Boleh deh." Flora membalas senyuman itu, kemudian kembali berkutat dengan handphone-nya.

Ratu Sinetron 👑 : Lo nakal gue aduin ke Farshad loh.

Flora Callia : Dasar pengaduan. Siapa suruh dia gak masuk. Jadinya gue gak bisa ajakin bolos 😂

Ratu Sinetron 👑 : Dasar gendeng. Gak kapok aja bolos mulu. Gak lama dismack down Bu Siska.

Flora Callia : Alah bodoamat. Orang cantik mah bebas.

Ratu Sinetron 👑 : Sok cantik iuh. Btw, lo tau gak siapa yang gendong gue tadi?

Flora Callia : Kalau gue kasih tau, lo kaget, histeris, pingsan ditempat, nyalahin kesyantikan mimi peri, maju mundur cantik ala prinses syahrini.

Ratu Sinetron 👑 : Bangkek 😂 gue nahan ketawa baca chat lo. Lagi pelajaran bu Sulastri ini haha. Cepetan nah, siapa si?

Flora Callia : Jangan teriak tapi. Tahanin tuh mulut lo.

Ratu Sinetron 👑 : Alay lu ah. Gak teriak lah.

Flora Callia : Farrel.

Read.

1 menit, 5 menit, 10 menit. Belum ada balasan. Apa Citra benar-benar pingsan ditempat?

Disaat bersamaan Nino menghentikan mobilnya, "Kakak tunggu di sini bentar ya? Saya beliin bakso. Mau kan?"

Flora hanya mengangguk antusias. Kebetulan perutnya memang lapar. Sedari tadi, cacing dalam perutnya terus meronta minta diberi makan. Walaupun Flora membenci cacing perut, tapi tak apalah. Setidaknya Flora masih punya peliharaan berupa cacing perut, karena ia tak becus memelihara hewan beneran.

Pevita, kucing Neneknya yang berdarah Persia saja hampir keracunan ia beri makan sayur lodeh sisa makanannya. Tentu saja Neneknya marah besar. Sejak saat itu, ia tak pernah mau memberi makan Pevita lagi. Namun, Flora masih tetap suka memeluk Pevita.

Setidaknya, cacing perut mudah dipelihara. Makan apa saja bisa, dan malah membantu Flora mempertahankan berat badannya walaupun makan segunung. Jadi, Flora tak punya niatan membunuh cacing itu sama sekali. Biar saja cacingnya beranak pinak di dalam perut.

Tunggu sebentar, kenapa jadi membicarakan cacing?

Handphone Flora kembali bergetar. Chat Line masuk dari Citra. Flora segera membukanya.

Hear My VoiceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang