12. The Reason You Laugh

55.9K 4.2K 168
                                        

Flora akhirnya bisa bernafas lega setelah benar-benar bisa keluar dari toko buku. Ia akhirnya melepaskan genggaman tangannya dari Farshad. Selama di dalam, ia terus menggenggam kuat tangan Farshad, takut. Ia tak ada niatan untuk modus sama sekali. Benar-benar tidak ada niatan. Tapi, bila terjadi hal seperti ini, rejeki nomplok namanya.

Ia jadi tak menyesal sama sekali mengajak Farshad ke tempat ini.

"Makan yuk Farsh, gue laper."

Farshad menoleh ke arah Flora, dengan tatapannya yang begitu malas, "Lo tadi siang bilang abis kita ke sini langsung belajar. Lo bisa gak pegang omongan lo?"

Flora mendengus, sebal.

"Iya-iya. Kita makan di rumah lo aja kalau gitu. Di rumah lo ada apa?" tanya Flora lagi.

"Mie instan," jawab Farshad ringan.

"Yang bener aja Farsh. Lo di rumah makan mie instan mulu? Gak bagus loh buat keseha..." Belum selesai Flora berbicara, Farshad sudah menekan kedua pipi Flora dengan jempol dan telunjuknya hingga bibir Flora maju seperti mulut bebek dan Flora kesulitan berbicara.

"Ce-re-wet."

Flora langsung melepaskan tangan Farshad dan memberengut. Ia melipat kedua tangannya di depan dada. Farshad malah melangkah terlebih dahulu meninggalkan Flora.

Flora menyusul di belakang Farsh.

Tiba-tiba di depan mereka berdiri seorang perempuan cantik dengan rambut panjang yang lurus dan poni yang menutupi keningnya. Perempuan itu tersenyum pada Farshad, "Farsh? Apa kabar?" sapanya.

Farshad berhenti melangkah. Ia diam mematung. Wajahnya tambah dingin. Farshad mengepalkan tangannya dan rahangnya mengeras. Flora bisa melihat kilatan amarah dari mata Farshad.

"Lo..."

"Ini gue, Nina. Sepupu lo. Lo lupa?" Entah kenapa Farshad menghela nafasnya lega. Ia langsung tersenyum pada gadis bernama Nina itu.

"Oh, hai Nin. Gue alhamdulillah baik. Lo gimana?" tanya Farshad. Flora bungkam saja di samping Farshad, tapi tetap menampilkan senyumnya yang manis.

"Baik Farsh. Pacar lo? Cantik banget ya." Nina tersenyum dan Flora tentu saja membalas senyuman itu. Bahkan bisa dibilang, Flora malah tertawa menampilkan sederet gigi putihnya saat mendengar ucapan Nina barusan.

 Bahkan bisa dibilang, Flora malah tertawa menampilkan sederet gigi putihnya saat mendengar ucapan Nina barusan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Cuma temen," ucap Farshad dan Flora bersamaan. Kemudian mereka saling bertatapan dan keduanya mendengus.

"Lucu ya kalian. Cocok hahaha. Gak kalah cantik juga kok dari..."

"Ohiya, Nin, kenalin namanya Flora." Farshad buru-buru memotong ucapan Nina sebelum Nina menyebut nama perempuan yang tak ingin Farshad dengar namanya.

"Gue Nina," ucap Nina mengulurkan tangannya. Flora menyambut uluran tangan itu dengan ramah.

"Flora," kata Flora sambil mengulas senyumnya.

Hear My VoiceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang