"Bagus sayang, bagus. Dendam lo terbalaskan ya kan?" Tasya menyeringai. Ia duduk berdua di belakang sekolah bersama laki-laki berkulit kecoklatan.
"Iya. Makasih loh idenya. Lagian gue sih udah gak cinta sama si klepto itu. Jijik banget lah ya. Akting gue bagus gak?" Laki-laki itu melingkarkan tangannya di bahu Tasya.
"Bagus Rendy sayang. Tapi lo masih belum hebat kalau gak bisa bikin Flora sama Farshad putus."
"Itu mah gampang. Serahin aja ke gue." Rendy menyeringai licik. Tasya tersenyum kemudian meletakkan kepalanya di bahu Rendy dengan manja.
"Lo sebenernya sayang sama gue apa Citra alay itu sih?" tanya Tasya tiba-tiba. Ia kali ini menatap lurus mata Rendy.
"Sama lo lah. Gue main-main aja sama si alay itu. Drama banget dia nangis-nangis segala kayak di sinetron. Gak banget gue sama cewek begitu. Cantikan lo juga masih." Rendy mengedikkan bahunya.
Rendy menatap lurus mata Tasya. Tasya tersenyum. Detik berikutnya, Rendy mendekatkan wajahnya pada Tasya. Tasya tersenyum saja seperti menyambut keinginan Rendy. Tasya jelas tahu apa niatan Rendy.
Tak lama kemudian, Rendy mendaratkan bibirnya pada bibir Tasya. Tak ada yang tahu apa yang mereka lakukan saat ini. Kecuali satu orang yang tak sengaja melihat adegan itu.
Orang itu langsung memalingkan wajah dan pergi secepatnya dari tempat itu.
Apa yang selanjutnya terjadi, tak ada yang tahu.
~~~
"Flora."
Flora menengadah, matanya langsung bertemu mata sendu seorang gadis pucat berwajah malaikat. Tapi di mata Flora wajah itu tak lebih dari hanya topeng belaka.
Gadis itu--Rissa sedang berdiri di hadapan Flora yang tengah bermain game. Kelas nampak kosong karena semua orang lebih memilih istirahat di kantin.
Flora bingung. Entah ingin menanggapi gadis ini dengan jutek atau biasa-biasa saja. Adegan Rissa berpelukan dengan Farshad masih belum bisa Flora hapus. Namun ia masih tak tahu siapa yang salah di sini. Farshad atau Rissa.
"Aku mau minta maaf. Gak seharusnya aku-"
"Udah gue maafin." Flora kembali berkutat dengan handphone-nya.
Rissa menghela nafas.
"Aku bisa ngomong sebentar?"
"Ngomong aja."
"Aku mantannya Farshad, Nanda."
Flora seketika menghentikan kegiatannya saat ini dan langsung menatap Rissa tak percaya. Apa? Mantan? Flora pikir ia mungkin salah dengar akibat terlalu fokus dengan game.
"Apa Ris?"
"Aku Nanda, mantannya Farshad."
DEG!!
"Lo ngomong apasih ngelantur gitu. Kurang minum Aqua? Hahahah." Flora memaksa tawanya.
Nanda? Mantan Farshad?
Farshad dulu sering salah menyebut nama Flora dengan nama Nanda. Dan Flora sudah sempat menduga bahwa Nanda mungkin perempuan di masa lalu Farshad.
Tapi kenyataan bahwa Rissa adalah Nanda, ini jelas begitu sulit diterima. Flora bahkan sempat berpikir bahwa gadis yang waktu itu berada di bingkai foto bersama Farshad adalah Nanda. Namun, bila Nanda adalah Rissa, maka siapa gadis itu? Adik Farshad?
Nanda? Rissa? Flora terus bergumam tak percaya. Kenapa Farshad menutupi semua ini dan bersikap seolah tak mengenal Rissa?
"Aku gak lagi bercanda Flora. Farshad adalah satu-satunya laki-laki yang memanggilku dengan nama Nanda. Nanda berasal dari singkatan nama belakangku, Aghna Blinda."
KAMU SEDANG MEMBACA
Hear My Voice
Teen Fiction[COMPLETE]Flora Callia Valerie, atau sering dipanggil Flora. Cewek populer, cantik, tapi ditakuti cowok. Cewek tomboy yang jagonya berantem. Tapi kalau urusan pelajaran, dia mundur. Bukan karna gak pinter, hanya karna malas. Walaupun terkenal serem...
