Dimas membuka seat-beltnya. Ia mengecup kening Athaya sebelum benar-benar keluar dari mobil. Athaya tidak tau kenapa Dimas melakukan itu tapi pipinya memerah
Ia menyusul yang lainnya turun. Ia melihat bangunan yang sangat indah untuknya. Tembok berwarna putih dan abu-abu mendominasi bangunan ini. Tidak lupa beberapa tanaman yang ikut menghias pemandangan tempat ini. Ada papan besar berwarna biru muda bertuliskan 'Little Things'
Ini kafe milik Raihan
"Pesen apa pun yang kalian mau!" ucap Raihan, seorang pelayan memberikan mereka beberapa menu dan menyapa Raihan
"YES!" Marvel menarik menu yang baru saja di berikan oleh seorang pelayan
"Vel, kan gue duluan yang ngambill" protes Lily karena menu yang ia pegang ditarik oleh adiknya itu
"Kan masih banyak elah" Marvel mengalah, ia memberikkan kembali menunya, walaupun ia sering bertengkar dengan Lily tapi Marvel sangat sayang kepada Lily. Ia tidak mau menyakitinya apalagi orang lain menyakitinya
Kasus terakhir yang terdengar adalah Marvel yang memukul mantan kekasih Lily karena menyakiti hati Lily
Sama hal-nya seperti Farrel melindungi Athaya. Karena mau setampan, sejelek apapun seorang laki-laki. Tugas utamanya adalah melindungi perempuan, bukan menyakitinya apalagi merusaknya
"Ye, makasih Vel" ucap Lily
"Gue mau spaghetti carbonara, jus stroberi sama es krim stroberi" Athaya mengacungkan tangan, pesanannya di catat oleh pelayan
"Gue juga spaghetti carbonara sama milkshake vanila" Dimas mengacungkan tangan
"Gue nasi goreng, sama es teh manis. Kaka gue beef picatta, minumnya banana smoothie" ucap Marvel
"Tau aja lo Vel" Lily melayangkan tangannya ke tangan marvel; tos
"Gue nasi goreng juga deh, yang pedes yaa, minumnya banana smoothie juga" Farrel menunjuk tangannya
"Gue gue dong! Hmmm, steak sirloin sama jus stroberi juga" kata Alika
Semua pesanan sudah tercatat. Sekarang pelayan itu sedang menanyakan makanan untuk Raihan. Raihan tersenyum, "yang biasa" kata Raihan
Raihan duduk di antara Alika dan Marvel. Selama menunggu makanan, mereka membicarakan tentang jadwal jalan-jalan mereka di Bandung ini. Udara di Bandung berbeda, udaranya sejuk, sangat sejuk
Dan sangat banyak taman di sepanjang jalan. Mungkin itu yang membuat Bandung menjadi sejuk
"Abis ini, kita ke rumah gue. Abis itu istirahat bentar, terus jam 2 kita ke Lembang" kata Raihan
"Hah? Lempang? Nama jalan?" tanya Marvel
"Lembanggg Marvel, nama tempat, di atass, sejuk deh disana. Kalian pasti bakal suka" kata Raihan
Makanan pun datang, baru saja makanan diletakan di atas meja. Marvel dan Alika langsung menyambar makanan tersebut
"Keselek mampus" ujar Dimas
"Yeu si abang mah doainnya yang ga bener" kata Alika di sela-sela mengunyah
Mereka makan seperti biasa sambil diselipkan beberapa candaan dan tawaan. Semuanya pun selesai makan, tidak ada yang masih lapar melainkan kekenyangan
"Gue ke toilet dulu ya" kata Athaya, ia bangkit dari kursinya
"Mau gue temenin ga?" tanya Dimas dengan senyum om-om pedofil. Athaya menatap Dimas tajam dan dijawab dengan Dimas yang menunduk takut
"Sebentar" Raihan ikut bangkit dari duduknya
"Wah Rai, Dimas aja ga dibolehin ngikut ke toilet, lo mau ikutan? Lo ga balik-balik entar di bunuh Athaya" oceh Farrel
KAMU SEDANG MEMBACA
Athaya
Ficção Adolescente(tamat) Cerita tentang; Athaya Latfesha yang nakal, cuek, dingin, tidak perduli, keras kepala dan mempunyai banyak masalah yang baru saja merasakan apa itu cinta. Bahkan menurutnya perasaannya saat itu lebih rumit dibandingkan apapun. Perasaannya sa...
