tiga puluh sembilan

1.6K 83 4
                                        

Semuanya turun dari kendaraan masing-masing. Dimas membukakan pintu untuk Athaya sedangkan Raihan yang terlebih dulu sampai mengurus tiket-tiketnya. Tujuan pertama mereka adalah The Ranch

"Banyak Athaya" Dimas menunjuk beberapa kuda dan tertawa

"Si tai" ucap Athaya tidak terima. Athaya memukul lengan Dimas. Dimas menatap Athaya, "bercanda sayang"

Athaya hanya memutar kedua bola matanya dan mengikuti yang lainnya. Tempatnya lumayan ramai, mungkin karena libur kenaikan kelas. Alika dan Karina berjalan ke luar, ke arah rerumputan, bagian outdoor

Sedangkan Lily sedari tadi menyerahkan kameranya ke Farrel untuk memfoto dirinya di hampir seluruh tempat

"Thay ke sana kuy" ajak Dimas, Athaya mengangguk. Dimas memegang tangan Athaya dan mengajaknya ke arah rerumputan. Mengikuti Alika

"Ayo say" Raihan menggandeng tangan Marvel

"NAJIS, HOMO LO SAT' Marvel menarik tangannya dari tangan Raihan dan menatap Raihan jijik. Sedangkan Raihan hanya tertawa terbahak-bahak

"Thay main itu kuy" ajak Dimas ke arah perahu yang mengambang di air. Athaya menatap Dimas aneh, "dimana-mana itu main aer terakhir lah sat, yang ada baju kita basah duluan" kata Athaya

Dimas mengangkat bahunya, "ya siapa tau aja kita gabakal jatoh terus kena air" ucap Dimas

"Naik kuda yukk" Athaya menarik Dimas ke arah track kuda setelah melihat beberapa orang menaikki kuda

Saking semangatnya Athaya tidak sadar bahwa ada kuda berjalan ke arahnya. Dimas langsung menarik Athaya, "keinjek kuda gepeng muka lo Thay" kata Dimas sambil membayangkan muka Athaya yang gepeng karena kuda

"Be a en ge es a te" ucap Athaya

"Ribet amat lo mau ngomong bangsat aja" Dimas terkekeh, "masuk nya tuh lewat sana kalo mau naik kuda" Dimas menunjuk sebuah tempat yang tidak terlihat oleh mata Athaya

"Lo nunjuk apaan?" tanya Athaya

"Nunjuk Donald Trump piknik sama Mimi Peri, ya nunjuk tempat buat naik kuda lah sayang, ayo ah" Dimas menarik pelan tangan Athaya

Athaya yang ditarik hanya pasrah sambil melihat-lihat permainan yang akan ia mainkan seharian ini. Ia sampai tidak sadar bahwa ia sudah sampai di tempat pengambilan tiket untuk naik kuda. Dimas membayar dua tiket untuknya dan Athaya

"Bisa berdua ga mba?" tanya Dimas

"Ga bisa dek, tempat duduk di kudanya cuma satu" kata mba tersebut. Dimas menatap mba tersebut sedih dan akhirnya ia pun menghela nafas kesal

Mereka pun mengantri untuk menaiki kudanya. Setelah akhirnya giliran mereka untuk menaiki kuda, Athaya melangkahkan kakinya perlahan tepat di tempat kakinya akan tersimpan saat menaiki kuda

"Thay, gue dibelakang lo nanti" kata Dimas

Athaya mengangguk. Senyumannya mengembang dan sulit pudar dari wajahnya

Kuda pun berjalan diiringi oleh pemandunya. Athaya hanya tertawa karena perutnya geli yang diakibatkan oleh hentakan jalan kuda

"Mas! Bawanya jangan ngebut-ngebut ya! Pacar saya luka mas saya siksa" teriak Dimas dari belakang. Pemandu kuda Athaya pun hanya menoleh kebelakang sebentar lalu mengangguk

Athaya hanya terkekeh sambil melihat sekeliling pemandangan

Setelah menaikki kuda. Permainan yang ingin Athaya mainkan selanjutnya adalah, "itu kora-kora?" Athaya menunjuk sebuah perahu yang mirip dengan permainan kora-kora di dufan

AthayaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang