"FILMNYA GARING BANGET SUMPAH!" teriak Athaya yang membuat orang-orang menengok ke arahnya dan Dimas.
"Thay, jangan keras-keras nanti yang bikin filmnya kesinggung" kata Dimas dengan wajah panik. Athaya tertawa dengan mulut yang sangat lebar.
"KAN YANG BUAT FILM ORANG LUAR, EMANG ADA DISINI? MANA COY?! WOI YANG BUAT FELEM!" teriak Athaya, Dimas langsung menutup mulut Athaya dan melihat jam di tangan yang satunya lagi.
"Oh pantes, jam segini ini anak udah sinting"
"Apalo bilang?" Athaya menatap Dimas tajam dan ekspresi mengancam,
"Engga, engga, ga ngomong apa-apa"
"Eh itu Raihan sama Karina bukan?" Athaya menunjuk dua orang yang sedang makan di restoran yang letaknya tidak jauh dari bioskop.
"Ko kaya orang pacaran sih?" tanya Dimas,
"Mukanya ga mirip sih ya, jangan-jangan Raihan anak pungut" ucap Athaya sambil memasang muka pura-pura kaget.
"Goblok lo" Dimas tertawa terbahak-bahak sambil menempeleng wajah Athaya,
"Ye setan, ketawa biasa aja kagak usah pake acara nempeleng muka gue" Athaya yang kesal balas menempeleng Dimas. Begitu pun selanjutnya acara menempeleng pun berlanjut ke KUA dan akhirnya orang bernama tempeleng memiliki anak bernama Ucok.
Apasih gaje,
"Thay samperin kuy"
"Jangan samperin doang, kagak rame, dikagetin atau disurprisein gitu" Athaya menyelipkan rambutnya ke belakang telinganya.
"Lo pikir ulang taun lo surprisein" Dimas memutar kedua bola matanya,
"Ya gapapa, kalau taunya salah satu dari mereka emang beneran ulang taun kan jadi kebetulan"
"Sianying mikir jauh pisan nyet" Dimas memasang muka 'you such a dumbass' kepada Athaya.
Pacaran ala Dimas dan Athaya itu udah kaya dua sahabat yang kerjaannya gapernah akur. Kalo beranten fisik gapernah betulan ko. Paling templeng, tampol, atoengga jadi artis WWE. Kalo berantem marah-marah biasanya ngomong kata kasar atau engga saling ngejek dan saling merendahkan. Tapi mereka ga dimasukkin ke hati karena berantem ala mereka cuma bercandaan doang,
Mereka biasanya kaya dua sahabat dongo itu kalau di publik. Kalau cuma berdua beda cerita. Kadang tolol juga. Tapi lebih banyak romantisnya, entah Dimas yang ngegombal terus. Atau Dimas yang natap mata Athaya terus-terusan,
Atau jadi Dimas yang pengertian. Setiap Athaya sedih ditanya "kenapa?"
Ntar Athaya bete di tanya, "bete?"
Athaya diem aja ditanya, "kenapa?"
Ya gitulah pokonya. Dimas gapernah nunjukkin kalau dia romantis sama Athaya di publik. Pernah sih tapi jarang. Karena dia mau cuma Athaya yang liat sisi romantisnya dia.
"Biasa aja kali babi" protes Athaya
"Gimana, kita kagetin aja. Lagi makan tiba-tiba kita ambil makanannya, tapi kita jangan ngeliatin muka. Kan kaget tuh mereka"
Kadang Dimas bisa jadi cowok yang benar-benar perhatian dan romantis. Kadang Dimas juga bisa jadi cowok yang goblok, tolol, bego, dongo sekaligus ngakak. Tapi sebenernya Dimas pinter ko. Cuma ke-pura-pura-an begonya itu bikin Athaya ketawa. Dan Dimas rela pura-pura bego demi liat Athaya ketawa.
"Lo mau bikin kaget mereka atau mau nyolong makanan?" ujar Athaya.
"Dua-duanya sih sebenernya, tapi ngagetinnya kira-kira niatnya cuma 20 persen" Dimas menyengir tidak jelas yang dibalas tinjuan kecil di pundaknya dari Athaya.
"Yaudalaya gausah pake surprise segala, langsung samperin aja" kata Athaya yang diikuti anggukan Dimas. Dimas menautkan tangannya di tangan Athaya dan berjalan ke arah Karina dan Raihan.
"Woi!" Dimas memukul pundak Raihan dan langsung duduk disebelahnya sekalian mengambil makanan Raihan.
"Anjir Dim" protes Raihan yang mengelus dadanya karena kaget.
Sedangkan Athaya menepuk pundak Karina pelan dan duduk setelah memberikan Karina senyuman manis.
"Salah gue apa ya Tuhan sampe ketemu ni anak duaan" kata Raihan.
"Salah lo banyak, dosa lo banyak" Athaya menunjuk muka Raihan dengan telunjuknya dan kemudoan mengambil makanan Raihan lagi.
"Maaf ya Kar, gue gangguin kalian" ucap Athaya sambil mengunyah.
"Gapapa ko kak, gue seneng juga ko ketemu kalian" Karina tersenyum tulus.
"Gausah berdusta gitu deh" Raihan memutar kedua bola matanya. "Yee orang jujur malah dibilang boong, sinting lo" ucap Dimas
Karina, Dimas, dan Athaya tertawa sedangkan Raihan memajukkan bibir bawahnya dan terlihat sangat bete.
"Dimas?" seseorang menepuk pundak Dimas dari belakang.
—
Holaaaaaaaaa, im backkk, siapa yang kangen??
"Gaada"
Yaudah deh,
Maaf banget gue jarang update gini yaampun gue udah kelas 9 jadi ini cerita gasempet gue update lagi, padahal cerita ini sudah sering memanggil-manggil "kay lanjutin gue, lanjutin, updatee"
Jadi kali ini gue update, seneng ga?
*gada yg jawab*
Yaudah deh,
OH IYA, KAY PUNYA CERITA BARU
JANGAN LUPA CEK DI STORY KAY
YA, JUDULNYA "LAURNA" KALIAN
WAJIB BANGET BACA
Jangan lupa vomments yaaa
KAMU SEDANG MEMBACA
Athaya
Novela Juvenil(tamat) Cerita tentang; Athaya Latfesha yang nakal, cuek, dingin, tidak perduli, keras kepala dan mempunyai banyak masalah yang baru saja merasakan apa itu cinta. Bahkan menurutnya perasaannya saat itu lebih rumit dibandingkan apapun. Perasaannya sa...
