(8) Magic Control

4.7K 343 14
                                        

#khusus Rean.

Di sisi lain, Rean sudah beberapa hari tidak masuk. Ia sangat menyesali perbuatannya yang sudah mencelakakan Rine, orang yang dia sukai. Rean tidak sengaja membuatnya. Ia merasa bahwa ada yang mengontrol tubuh bahkan rohnya untuk mencelakakan Rine. Bermula dari ia mengejek nama Rine, itu bukanlah dari mulut Rean, tetapi ia merasa ada orang lain di balik nya. Dalam diri Rean sendiri, ia menyukai Rine. Tapi, ia sudah tahu pasti bahwa Rine tidak mungkin suka dengannya, setelah apa yang dia perbuat. Ia sangat menyesali perbuatannya. Dan akhirnya ia memutuskan untuk tidak sekolah dulu selama beberapa hari.

#Back to the story.

"Kekuatan yang dimiliki temanmu ini unik. Dia bukan hanya menguasai sihir cahaya, melainkan dia juga menguasai sihir lain. Dan bapak tidak tahu pasti. Lebih baik kamu asah sihir tersebut. Barangkali ditemukan sihir baru dari ke-16 sihir." Kata Pak Arley. Sia Sia dah aku dengerin dia sampe kuping ku aku lebar lebarin. Dasar...

"Hah. Padahal lagi seru-serunya, malah ternyata bapak ga tau. Nunggu satu part nih...😡" Kata teman-teman sekelas. Hahaha... Bapak kena bully, kena komplen Mak Mak tuhh...

"Ya saya kan hanya spesialis cahaya. Saya belum pernah liat bola cahaya warna-warni. Kaya lampu disco ajaa..." Kata Pak Arley.

"Ah, Bapak PHP." Kata Yura.

"Pemberi harapan pasti! Pintar murid saya." Kata Pak Arley yang mendengar ucapan Yura.

"Palsu pak, bukan pasti." Teriak kita semua.

"Sama aja. Yang penting depannya p." Kata Pak Arley.

Hah.. Padahal aku pengen tahu lho... Aku belum pernah keluarin lagi... Kira-kira itu sihir apa ya... Warna-warni... Pelangi? Masa iya sih pelangi?

"Ya sudah. Daripada kalian ngomel-ngomel kayak gitu, sekarang yang sudah bisa, kalian duduk di sana. Yang belum bisa, coba untuk mempelajari cara mengeluarkan sihirnya. Cara kerja setiap orang untuk mengeluarkan sihirnya berbeda-beda." Kata Pak Arley. Yey... Santai aku nya.

"Huh... Gimana lah caranya. Rine! Cara kerja sihir mu gimana?" Tanya Yura.

"Aku yaa... Gatau. Perasaan kalo aku diam dia langsung keluar deh... Kalo tadi itu aneh... Tubuhku juga aneh. Kok keluarnya warna-warni." Jawab ku.

"Ohh... Keluar langsung ya? Ga ada proses pembakaran gitu?" Tanya Yura.

"Kamu kira lemak apa dibakar?" Jawabku. Emang aneh-aneh dah nanya nya.

"Hehehe... Kalo kau Kei?" Tanyanya lagi. Sekarang giliran si Keine.

"Aku yaa... Kalo aku ngapain aja juga udah bisa keluar. Apalagi kalo lagi panik. Langsung brushhhh.... Gitu." Jawab Keine. Jawaban apa tuh?

"Brush? Maksudnya gimana tuh?" Tanyanya lagi. Si Keine juga, ngomong kok ga jelas.

"Tau lah. Nggak nyambung juga. Sana lah selidiki sendiri. Setiap orang cara mengeluarkan sihirnya itu beda-beda. Nggak bisa cuman ikutin orang lain." Kata Keine.

"Ya deh... Dasar, kakek tua. Marah Mulu kerjaannya." Ledek Yura.

"Coba sekarang kamu diam, baru kamu bayangkan kalo seberkas cahaya berada di genggaman tangan mu. Konsentrasi dan fokus." Kata ku. Mungkin itu bisa membantu... Semoga.

Yura pun mencobanya. Ia tidak bisa berkonsentrasi karena itulah kelemahan nya. Anaknya ga pernah bisa fokus, kecuali hal yang benar-benar penting seperti cowok. (Ga penting sebenarnya, tapi bagi dia itu pentinggg... BANGET.)

"Yura, aku ada temen cowok lho, dia ganteng, lumayanlah jadi suami, suami idaman bisa tuh." Aku terpaksa berbohong biar dia konsentrasi.

"Masa? Ganteng nggak? Kaya nggak? Tinggi? Baik? Setia? Ada pacar nggak? Umur berapa?" Tanya nya bertubi tubi.

"Nggak tau. Makanya konsentrasi dulu, nanti aku kasi liat fotonya deh..." Kata ku sambil tertawa kecil.

"Oke. Demi suami masa depan! Tunggu Yura!" Teriak nya sendiri kayak orang gila.

Dan cara ku berhasil membuatnya konsentrasi. Ia dapat berkonsentrasi dan fokus sehingga keluarlah sebuah bola cahaya yang cantik melayang di tangannya. Seketika itu juga ia berhasil mengeluarkan sihirnya. Ia sangat senang dan menagih janji dari ku.

"Aku udah konsentrasi, sekarang mana fotonya? Tunjukkan!" Tagihnya.

"Nih..." Aku menunjukkan seorang kakek dengan kumis lebat dan rambut putih yang sedang memegang tongkatnya dengan postur tubuh yang bungkuk ke depan sambil senyum yang memperlihatkan giginya yang tinggal satu.

"IHHHHH..... HOEKKK.... INI GANTENGG???" Teriaknya. Aku tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajahnya yang mau muntah melihat foto kakek yang aku kasi. Lucunya setengah mati.

"Rine, selera mu... Astaga..." Kata nya yang sudah mulai mereda. Aku masih tertawa terbahak-bahak karena ekspresinya lucu sekali.

"Mau tau gak ini siapa?" Tanya nya.

"Siapa? Haha..." Tanya ku balik yang masih dalam keadaan ketawa ini. Berusaha menahan tawa dan melupakan ekspresi lucu tadi.

"Tuh Si Keine! Kakek tua!" Teriak nya sambil menunjuk ke arah Keine. Aku tertawa lagi dengan sangat kencang dan tidak bisa berhenti. Membayangkan wajah Keine yang dijadikan wajah kakek ini sangat lucu dan tidak kebayang.

"Hah? Kok aku? Enak aja! Muka kakek nya jelek ya?" Tanya Keine.

"Nih aku tunjukin." Ucap Yura sembari menarik hape ku dan menyodorkannya ke muka Keine.

"Astagaa. Muka ku seganteng Chanyeol dari Exo itu di samain sama kakek mesum ini? Mata kalian katarak atau otak kalian yang katarak?" Tanya Keine dengan sangat kepedean yang mengira mukanya seganteng Chanyeol.

"Ihhh... Chanyeol dan kau itu bagaikan langit dan bawahhhhhh tanah tau. Chanyeol itu setinggiiii langit, dan kau itu sebawahhhhhhh tanah." Kata Yura. Yura sangat nge fans sama Chanyeol. Kalo aku, ada dehh...

"Ishh... Jahat Wak! Dasar! Satu mata katarak, satu lagi OTAK yang katarak!" Katanya sambil menyindir Yura yang memiliki otak katarak😂.

"Sudah! Kalian bertiga dari tadi ribut kali! Yura sudah bisa ya? Bagus. Sekarang kalian duduk di sana. Jangan ganggu yang lain!" Ujar Pak Arley. Udah dikasi peringatan, diam dehh...

"Oke pak." Ucap kami bertiga.

Haii!!! Ketemu lagi sama Author! Seru gak? Hari ini lumayan banyak komedi nyaa yaa... Kalian ga ada saran ga buat Author??? Kalau ada tulis di komen dongg... Tapi yang jujur yaa... Jujur itu indah...quotes author😂. Yang bilang bagus, vote yaa... Yang udah vote, makasih banyakkkkk yaa... Mwahhh😘

Tunggu part selanjutnya yaa...

Salam Lope Lope for you😘😘

Magical ControllerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang