Keine's POV
Aku terbangun dari tidurku. Jam 19.00 sudah. Rine sudah balik ke kamarnya saat ku masih tidur. Hah... Aku belum makan. Aku lapar, tapi badanku benar-benar lemas entah kenapa. Tak kuat membeli makan.
"Kei? Udah bangun ya... Aku ga ganggu kan?" Tanya Glenn yang tiba-tiba masuk ke kamarku. Aku menggelengkan kepalaku.
"Nih aku bawain bubur, dari Rine. Dia bilang kamu suruh habisin buburnya, habistu minum obat ini." Ucap Glenn menyodorkan sebotol obat dan semangkuk bubur ayam yang baunya sangat harum. Aku berusaha untuk duduk, dan memakan buburnya itu. Dia yang masak ya? Aku baru tahu kalo dia bisa masak.
"Rine yang buat?" Tanya ku pada Glenn. Mungkin dia beli kan? Masa iya Rine tomboynya kayak gitu bisa masak seenak ini?
"Yap! Dia buat spesial buat kamu." Ujar Glenn mengedipkan mata kanan nya sebelah. Genit.
"Masa iya?" Tanya ku tak percaya. Aku meragukan kemampuan nya.
"Oh... Aku bilangin ke Rine yaa... Siap-siap digolok kamu sama dia." Ancam Glenn dengan nada seramnya. Ok, aku pasrah. Aku kembali memakan bubur ini. Setelah itu aku meminum obatnya. Aku pun kembali membaringkan tubuhku ke kasur. Benar-benar ngantuk.
"Ya sudah. Kau tidur lah, aku mau mandi. Good sleep my son..." Ucapnya yang membuatku merinding.
"Son? Are u kidding me?" Balasku. "Okay, I'll call you daughter. That's better."
"No no no. I'm a boy." Bantahnya. Nyadar ya dia kalo dia cowok. Hahaha... Oh iya, kalian tau kan kalo Glenn sihirnya gas? Kamarku lebih fresh dari kamar-kamar lainnya karena Glenn sering keluarin gas oksigen. Huaaaaaahhhh... Serasa di desa.
Aku menutup mataku dan berusaha tidur. Aku tertidur lelap memeluk guling ku. Tapi, tiba-tiba aku terbangun jam 2 pagi.
"Ahh... Kok bangunnya kayak gini sih? Masa jam 2 pagi? Mana ga bisa tidur lagi." Gerutuku. Masih pagi, mau ngapain coba... Main hape aja kali yak?
Aku turun dari ranjang ku untuk mengambil hapeku yang kutaruh di atas meja belajar ku. Tapi saat aku balik ke tempat tidur ku, aku melihat sesuatu yang aneh di sekitar Glenn. Gas gasnya muncul kian meningkat. Tapi sepertinya ini gas hidrogen. Aku pernah belajar tentang gas ini di pelajaran kimia dahulu. Aku cepat-cepat kembali ke tempat tidur dan menyelimuti diriku. Aku ingin lihat apa yang terjadi padanya.
Beberapa menit kemudian, gas-gas itu menghilang perlahan begitu juga dengan Glenn. Ia hilang entah kemana. Aku terkejut melihat peristiwa itu. Aneh sekali. Aku tidak pernah melihat peristiwa itu karena setiap malam aku tertidur pulas. Tak pernah terbangun tengah malam. Apakah ini hanya terjadi hari ini? Atau.... Dari kemarin Glenn juga seperti ini? Arggghhhhh... Besok kutanya langsung saja padanya.
Oke. Aku ga tidur sampe pagi, tapi lebih tepatnya aku pura-pura tidur, untuk memantau kondisi Glenn. Sampai jam 5, ia baru balik ke tempat tidurnya dalam kondisi terbangun. Oke... Ini beneran aneh. Aku pura-pura tidur tapi sambil ditutupi dengan selimut. Akhirnya aku memutuskan untuk bangun saja. Lagian hal yang wajar bukan bangun jam 5?
"Eh? Kei? Dah bangun? Gimana kondisi mu?" Tanya nya. Tidak ada yang aneh padanya.
"Lumayan lah... Setidaknya aku bisa sekolah dengan leluasa. Hahaha..." Ucap ku tertawa hambar. Aku masih memperhatikan gerak-geriknya. Tapi, nantinya bukanlah aku yang menganalisa apa yang terjadi padanya, melainkan Rine. Dia sangat bisa menganalisis hal hal mistis seperti ini.
"Em... Kei? Itu gelang apa sih?" Tanya nya tiba-tiba.
"Gelang ini? Oh, ini gelang dari kakak ku. Aku cuma suka warnanya aja yang bagus." Jawabku... Bohong. Ini sebenarnya adalah gelang untuk menstabilkan semua sihir yang ada di dalam tubuhku. Makanya warnanya itu berganti-ganti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Magical Controller
Fantasia{SEDANG REVISI! PERBAIKAN KATA-KATA DAN SEDIKIT PERUBAHAN ALUR CERITA} Rine Nethine Rylista adalah seorang gadis yang bersekolah di sekolah sihir. Ia dianugerahi sebuah kekuatan sihir, yaitu sihir cahaya. Perjuangannya untuk memaksimalkan potensi ya...
