Masuk sekolah... Hayooo... Capek kali lah masuk sekolah terus. Aku ini emang anak rajin ya wkwkwk... Sekolah ga pernah bolos. Gitu gitu, kalian tahu kan kalo ortu ku itu ga mau kasi aku sekolah, nah aku bisa lho ikutin pelajaran sekolah. Exactly semuanya berkat Keine sih... Wkwkwk.
"Hai Rysta! Ingat aku kan?" Tanya seseorang menyapaku dengan menepuk bahuku. Aku menoleh dan melihat ke arahnya. Ternyata itu Flera.
"Hahaha... Ingat lah. Yang manggil aku Rysta kan cuma kamu." Jawabku terkekeh geli.
"Iya ya.. wkwkwk... Eh! Btw, Keine itu... Pacar mu ya?" Tanya nya tiba-tiba. Hah??? Pacar??? Sejak kapan??
"Eh? Mana ada!" Sanggah ku langsung. Baru mau buka novel, udah di omongin kayak gitu. Aku langsung menoleh kembali ke arah bukuku.
"Oh salah ya. Habis banyak gosip beredar gitu... Oh iya. Kamu tahu ga? Keine ada Abang lho disini!" Ujarnya membuat ku melihatnya lagi. Setelah sekian detik, aku baru sadar. Iya! Keine ada Abang. Ternyata dia sekolah di sini ya? Namanya Keane. Mirip ya wkwkwk...
Liat di chapter sebelum ini, ada gambarnya Keane.
"Ohh... Aku tau Kok. Dia di sekolah ini?" Tanya ku lagi untuk memastikan.
"Iyaa... Mereka lagi ngobrol tuh di bawah." Ujarnya.
"Ohh... Ya udah." Jawabku singkat.
"Ihhh... Kok kamu biasa aja sih???" Tanya nya kesal. Ah malas lah. Kan aku udah tau kak Keane.
"Ya elah. Trus mau gimana?" Tanya ku balik.
"Udah ah. Aku balik kelas dulu deh... Bye.." katanya sambil meninggalkan kelas kami.
"Aduh! Aku lupa lagi dia sihir apa! Haisshhh.." ucapku menepuk jidat ku sendiri. Ya udah deh, aku balik baca novel ku.
"Rine! Baca buku aja terus!" Haduhhhh!!!! Siapa lagi sih??? Orang mau baca buku pun ga tenang. Aku menoleh ke arah sumber suara. Dan ternyata...
"Ray!!! Orang mau baca ga tenang lah!! Tadi Flera, sekarang kau!" Bentak ku.
"Ohh!!! Sorry... Boleh duduk di sini ga?" Tanya nya menunjuk ke tempat duduk di samping ku. Aku mengangguk pelan tanda setuju.
"Baca apa sih? Serius amat." Ujarnya.
"Bisa diam ga? Mau ku tampol?" Ancam ku. Bising kali lah sumpah.
"Yo dah... Aku diam." Ujarnya.
"Heh! Minggir minggir! Gue mau duduk. Sana Lo!" Teriak seseorang menyuruh Ray untuk pergi. Suara khas ini pasti Keine.
"Apa sih? Ini kan tempat duduk sekolah punya. Lo siapa ngusir ngusir gue? Gue juga duduk di sini duluan. Ya kan Rine?" Ujarnya. Ya Tuhan... Kenapa bisingnya dunia ini selalu datang kepadaku?
"Hn." Gumam ku.
"Bodo. Minggir Lo!" Paksa Keine mendorong Ray pergi. Akhirnya Ray nyerah dan ia langsung pergi.
"Akhirnya dapat juga ya duduk di sini. Hahaha." Sindir ku.
"Ya iyalah. Keine gitulah. Siapa sih yang berani sama aku?" Sok nya mulai nih.
"Segitunya ya mau duduk sama aku?" Ujarku. Hahaha... Dia langsung panik menjawabnya.
"Eh? A..apa sih? Ma...mana ada ya?" Betul kan apa aku bilang... Hahaha...
"Canda. Ga sah ngeblush gitu Napa?" Ledek ku. Merah... Kepiting rebus...
"Siapa lah yang ngeblush." Jawabnya membalikkan muka. Aku terkekeh geli melihat tingkah nya. Aku pun melanjutkan untuk baca novel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Magical Controller
Fantasy{SEDANG REVISI! PERBAIKAN KATA-KATA DAN SEDIKIT PERUBAHAN ALUR CERITA} Rine Nethine Rylista adalah seorang gadis yang bersekolah di sekolah sihir. Ia dianugerahi sebuah kekuatan sihir, yaitu sihir cahaya. Perjuangannya untuk memaksimalkan potensi ya...
