Yahh... Intinya, kami sekarang memutuskan, lebih tepatnya mereka sih... Masuk ke dalam lobang itu. Mirip black hole! Kalian tahu blackhole kan? Bagi yang belum tau, black hole itu semacam lobang yang sangat besar di luar angkasa yang memiliki Medan gravitasi yang sangat besar dan semua yang berada di dekatnya akan tersedot ke dalamnya. Semacam melewati ruang dan waktu. Semoga tidak ada apa-apa disini.
"Kau siap?" Tanya Keine, " jika kau tak siap, lebih baik kau disini saja. Biar kami yang akan mengambil nya. Ini tidak terlalu berbahaya juga."
"Aku mau kita semua tidak masuk ke sana! Tapi kau maksa! Ya sudah! Lakukanlah semuanya semaumu saja. Aku tak peduli dan tidak tanggung resiko nya sndiri." Jawabku.
"Sudah. Jangan merepet terlalu lama. Aku tidak akan meninggalkan mu disini sendirian. Ayo masuk sekarang!" Paksa Keine. Orang yang selalu memaksa!
Kami berempat mendekati lobang itu dan kami tertarik masuk ke dalamnya. Okay, ini gila! Aku sangat pusing di dalam situ dan aku merasa seperti memasuki ruang dan waktu seperti Doraemon. Ya, lorong ini berwarna-warni, mirip seperti yang aku tonton di film Doraemon. Yang katanya mesin waktu itu. Fine, ini mengerikan sekali. Pusing banget!!!
But Finally, kami masuk ke sana. Dan, ini lebih buruk dari yang kubayangkan. Ini adalah... Dunia Mystique!
Aku pernah baca tentang ini, di perpustakaan sekolah Magical Controller. Ini adalah dunia, mistis. Ya, banyak hal-hal gaib ada disini. Kalian tau pastinya apa yang dimaksud mistik? Dunia hitam. Dan dunia ini dikuasai dengan seorang perempuan, Aleynna Lyxa Velaisse.
"Hey, apa ini? Dimana kita?" Tanya Keine polos. Makanya dasar dia ga pernah baca buku! Makanya gtw kan.
"Ini adalah Dunia Mystique. Dunia yang penuh dengan misteri." Jawab Raven. Ternyata dia juga tahu.
"Owh... Okay. Apa ini? Ga jelas!" Keluh Yura.
"Dunia ini gelap. Dan dikuasai oleh sihir Mystique." Ujar Raven.
"Apakah ini ada hubungannya dengan ujian?" Tanya Keine.
"Ntahlah. Kalo yang aku baca sih, dulu, ada satu anak namanya Aleynna. Dia adalah anak yang menguasai sihir Mystique yang sangat hebat. Dulu dia sekolah di sekolah kita juga. Mungkin dia yang membuat lorong ruang dan waktu ini. Sihir Mystique nya sangat hebat." Giliran ku yang menjawabnya.
"Kau tahu? Aku tidak tahu soal itu." Ujar Raven.
"Aku baca di buku sejarah sihir di perpus." Jawab ku.
"Owhh... Sekarang kita harus cari permatanya. Kita harus segera cari. Karena itu adalah permata cahaya. Mereka sangat benci cahaya. Dan bisa-bisa mereka akan menghancurkannya." Ujar Raven.
"Ya sudah. Gimana kalo kita berpencar? Kau sama Yura. Aku sama Rine." Jawab Keine menarik tanganku untuk segera pergi.
"Kenapa kau sama aku? Ga Sudi sama kau." Ucapku judes.
"Heh! Kau ikut aja Napa!" Bentak Keine yang membuatku terdiam. Oke aku diam. Dasar ape-ape tua! Eh... Jangan deh. Ape-ape mesum!
"Kira-kira jatuh dimana permatanya?" Tanya ku yang memulai pembicaraan setelah sekian menit berjalan.
"Gatau." Jawabnya singkat. Asem anak itu! Yah... Kalo gini gimana dong? Aku bingung jadinya.
Kan diam lagi dianya. Yahh... Gimana dong??? Kan pusing akunya kalo diam diam gini ga jelas. Ajak ngomong apa ya? Hmm....
"Rine..." Ucapnya pelan. Dia ngomong?
"Ya?"
"Ga jadi deh."
Apa sih? Dia mau ngomong ato nggak? Kok malah ga jadi?
Keine's POV.
Kok aku jadi canggung ya sama Rine... Rine suka sama Rean ga ya? Kenapa aku jadi kepikiran itu terus. Hesshhh... Aku mau ngomong, tapi malu. Dia kan dah baikan sama Rean. Cuma temen kan mereka? Menurut kalian gimana?? Aku jadi baperan deh orangnya. Sekarang fokus cari permata!!! Masalah percintaan nanti aja!
"Kei! Kau Napa sih? Dipanggil ga nyahut nyahut? Kau marah?" Tanya nya. Aduhhh... Udah dehh... Malah diingatin pula sama dia.
"Ga koq." Sorry Rine, aku harus jawab cool cool dulu. Lagi canggung banget sama kamu.
Rine's POV
Dia mikirin apa sih? Mau nanya tapi ga jadi. Aneh.
"Kei... I...Itu apa?" Tanya ku ketakutan melihat sebuah istana tua yang sangat gelap dan mengerikan. Suasana disini juga mengerikan. Udara yang berhembus membisikkan sesuatu kepada ku. Disini hampir tidak pernah ada siang. Angin malam yang sangat dingin dan mencengkam. Aku mendekat ke arah Keine. Aku takut.
"Sudah. Mungkin disini bisa kita temukan permata itu." Ujar Keine menggenggam tanganku erat. Kami berjalan menuju istana itu dan untungnya, permata itu hanya jatuh tepat di depan pintu tangga istana itu. Bagaimana kami tahu? Tentu saja, permata itu sangat bercahaya. Aku tidak tahu apakah pasukan istana ini melihat permatanya. Yang penting sudah ada dan kita tinggal keluar dari sini.
"Secepat ini kah?" Tanya Keine membuat ku bingung. Apa maksudnya? Dia mau lama-lama gitu?
"Ha?"
"Nggak, masa pasukan istana ini ga tau? Segitu terangnya. Dan, oh iya. Kamu merhatiin ga? Disini kayaknya sepi sekali. Tapi aku ngerasa banyak orang disini." Ujar Keine.
"Ya. Ini kan dunia mistis. Ya mana aku tahu kalo yang kayak gituan. Aku pengen ketemu sama Aleynna itu. Dia katanya cantik lho, dia angkatan 7. Dulu skolah sama kita. Aku pengen ketemu diaa..." Ujar ku.
"Heh! Orang mau nyari permata! Bukannya nyari empu nya dunia aneh ini! Plissss deh." Ujar Keine menjitakku. Awww... Sakit tau! Dasar!
"Heh! Ya suka ku lah. Barangkali udah ketemu permata, terus bisa ketemu sama putri Aleynna yang cantik itu. Sambil menyelam, minum air, makan ikan, makan udang, makan sotong tau ga???" Sindir ku.
"Ohh... Cantik ya dia?" Tanya seseorang di belakang ku yang memiliki suara lembut dan tipis. Rambutnya panjang digerai dan dihembuskan angin yang membuat rambutnya berterbangan dengan cantik. Ia memakai baju berwarna gelap dan hanya nampak jelas matanya yang ungu bercahaya. Cantikk sekali. Tapi... Siapa dia?
Hoyyyy.... Jangan terlalu tegang bacanya. Btw, peribahasa itu aku buat sendiri ya... Wkwkwk... Kira-kira kalian bisa tebak ga siapa cewek itu? Kalo mau jawab, tulis di comment aja yaaa...
😉😉
KAMU SEDANG MEMBACA
Magical Controller
Fantasy{SEDANG REVISI! PERBAIKAN KATA-KATA DAN SEDIKIT PERUBAHAN ALUR CERITA} Rine Nethine Rylista adalah seorang gadis yang bersekolah di sekolah sihir. Ia dianugerahi sebuah kekuatan sihir, yaitu sihir cahaya. Perjuangannya untuk memaksimalkan potensi ya...
