"Woi!" Nanda berusaha mengejar langkah lebar cowok tinggi yang sudah jauh melangkah di hadapannya.
Tidak ada tanda-tanda cowok itu akan berhenti. Kalau tidak salah lihat, cowok itu malah semakin melebarkan langkah kaki panjangnya.
Nanda berdecak, kemudian berucap, "Ceilah, gue dikacangin?" Cewek itu berhenti berusaha mensejajarkan langkah. Bercuma, kakinya kalah panjang dengan cowok tinggi itu, malah ia semakin lelah jika harus meneruskan usahanya. Berlari pun langkah Bara tidak kekejar olehnya.
"Terus aja gitu. Gue tinggal, nih!" Ancaman tidak bermutu macam apa itu? Seorang Aldebara Geriel, tidak mungkin takut ditinggal cewek tidak menarik seperti Ananda Gaby Fredella. Jangan munafik, mereka memang kadang terlihat tidak cocok di kepalanya.
Nyatanya, Bara setakut itu kehilangan Nanda. Lihat saja tingkahnya yang lebih cepat dari kilat menghentikan langkah lalu berbalik. Menatap punggung seorang cewek yang tidak main-main sudah akan berjalan meninggalkannya.
Bara yang memang berkaki panjang, melangkah dengan lebar, mencekal lengan gadisnya agar kembali menghadap dirinya. Tidak main-main Bara menatap kerutan di kening Nanda super kesal.
"Lo!" Naik satu oktaf nada suaranya, tetapi ketika dilihat Nanda berjengkit terkejut, ia melanjutkan, "kenapa harus berubah?" Dengan nada yang kembali datar seperti biasa. Dengan tatapan dingin seperti biasa, tetapi bersirat arti luar biasa.
"Apaan, sih?" Nanda jelas bingung, apanya yang tidak biasa darinya? Ia sungguh tidak mengerti.
"Ngapain ngerubah penampilan lo?" ucap Bara, berusaha memperjelas apa yang ia maksud.
Nanda menatap tubuhnya, dari kaki hinggga dada--tentu saja ia tidak bisa melihat wajahnya sendiri tanpa cermin. Ia manusia normal tanpa kelebihan demikian.
"Kenapa? Gue aneh, ya?" ucapnya melirih, rautnya menyendu, helaan napas panjang ia ambil untuk bukti.
Tidak ada yang aneh, baginya. Mungkin bagi orang lain juga tidak ada yang aneh. Malah gadis itu dapat melihat mata orang yang melawatinya menoleh dua kali padanya.
Namun, sekali lagi, Bara itu cowok yang seleranya, pemikirannya, juga tingkahnya ajaib. Jadi, Bara berbeda dari lainnya bukan hal aneh lagi.
Lagipula, ini usahanya. Ia tidak mau Aldebara Geriel malu punya pasangan yang nggak cantik atau menarik sama sekali seperti Ananda Gabby Fredella. Ia juga tidak mau menjadi pasangan yang harus disembunyikan seperti sebelumnya karena mungkin dianggap memalukan. Ia juga ingin mengganggu pikiran cowok itu, Nanda ingin semua otaknya terisi penuh dengan dirinya. Seegois itu Nanda yang sekarang karena kehilangan.
"Itu masalahnya." Cowok tinggi dengan wajah rupawan itu menangkup wajah Nanda. Namun, Nanda yang sudah berkecil hati tetap menundukkan pandangan.
"Lo nggak aneh sama sekali ...," ucapnya menggantung, mengusap pipi hingga bawah mata Nanda, menarik cewek itu untuk menatapnya, sekarang dengan bibir mengerucut.
"Malah, cantik banget. Gue nggak suka orang nontonin cewek gue!" Nadanya datar, tetapi menekan di setiap kata yang ia miliki.
Nanda merinding bukan main melihat mata cowoknya menatap setajam silet ke sekitar. Memberi aura intimidasi, membuat mata siswa yang menatap gadisnya beralih seketika.
***
To be continued
Sorry typo dan Sorry kalau ngecewain.
Jangan lupa vote dan comment
Terima kasih atas comment dan votenya, apalagi yang follow. Terima kasih banyak.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTERO (Completed)
Teen FictionBest cover @prlstuvwxyz. Ini cerita lama rasa baru, alurnya sama tapi ada bedanya. Baca berita noh untuk tahu kelengkapannya. "Woi!" Nanda berusaha mengejar langkah lebar cowok tinggi yang sudah jauh melangkah di hadapannya. Tidak ada tanda-tanda c...
