"Bahwa hubungan soal bertahan untuk yang bertahan."
__Ananda Gaby Fredella__
***
"Nggak!" Bara membentak hingga Nanda berjengit kaget. "Maaf, tapi aku nggak akan turutin permintaan hati kamu yang baik itu lagi. Kali ini, aku udah janji untuk pertahanin kamu."
"Jangan egois, Al," ucap Nanda. Ia masih menjatuhkan kepala pada kekasihnya.
"Jangan egois, Nan." Bara memutar kalimat Nanda. "Kamu juga butuh bahagia. Dan aku mau jadi yang temenin kamu untuk bahagia."
***
Namun, mohon maaf kalau cerita tidak tidak mungkin semudah yang dibayangkan. Karena Ananda Gaby Fredella memiliki pikiran sendiri ... untuk membalas dendam.
Tidak semudah itu Bara kembali mendapatkan gadisnya. Karena cobaan Nanda sudah nyaris selesai, sekarang giliran Bara yang harus bertahan hati.
Karena dalam tenggelamnya sunyi, tiba-tiba gadis kesayangan Bara itu berkata, "Tapi, Al. Aku bukan sepenuhnya punya kamu lagi."
Bara panas dan dingin. Panas kepalanya, bertolak belakang dengan tinjunya yang semakin dingin.
"Apa maksud kamu? Kita udah baikan, kan?" Tahan Bara, atau semuanya akan hancur lagi.
"Aku harus balas dendam, atau aku akan terus inget kesalahan kamu. Aku nggak akan tenang sebelum kamu dapat yang setimpal."
Nanda hanya jujur pada dirinya sendiri, ia harus balas Bara atau hubungan mereka akan canggung dan tidak sama lagi. Bara sendiri yang bilang Nanda butuh bahagia, bukan?
"Kamu denger kan, tadi? Aku udah jadian sama Adit." Ananda Gaby Fredella yang seakan bodoh dengan kepercayaannya atas balas dendam.
"Kalau kamu mau lanjutin hubungan ini, kamu harus rela berbagi sama Adit beberapa waktu."
Sedikit bumbu, ada pikiran dari Nanda bahwa keputusannya adalah pembuktian atas perasaannya atau perasaan Bara.
Karena jujur Nanda ingin tahu apa Bara ingin bertahan saat ia ditekan untuk berbagi perasaan Nanda, seperti Nanda yang bertahan saat ia dipaksa berbagi Bara dengan wanita lainnya.
Karena jujur ia juga mulai nyaman dengan Adit yang sering menemaninya di tengah luka.
Bara sudah katakan kalau dia tidak mungkin kehilangan Nanda. Ia juga tidak sanggup berbagi. Maka dari itu ia mengangguk, meraih ponsel di saku celananya kemudian menghubungi seseorang.
"Anterin Adit ke kamar gue," ucap Bara pada orang di sambungan teleponnya.
Nanda hanya diam, mari putuskan setelah orang ketiga datang.
Adegan apa ini? Keputusan macam apa di jalan cerita seperti ini? Tidak masuk akal ada hubungan seperti ini. Mereka berdua hanya sepasang orang bodoh yang terus saling menyakiti.
Namun, cerita ini harus tetap diceritakan agar kalian tahu bagaimana sepasang muda-mudi yang ditekan dengan ketololan akan bertahan dalam sebuah hubungan.
Saya sendiri tidak percaya ada cerita seperti ini. Cerita tidak manusiawi yang menekan emosi. Namun, sekali lagi tokohnya adalah Ananda Gaby Fredella yang asli orangnya aneh sekali.
Gadis yang dari muda ditekan untuk hidup sendiri. Gadis yang jarang diberikan pilihan mudah untuk dilewati. Gadis yang sering mendapatkan tekanan dalam sunyi.
Bahwa setiap kejadian hidup yang merangkai perangai seseorang, itu adalah kenyataan.
Pintu kamarnya terbuka, Adit masuk seorang diri setelah dibukakan pintu oeh Bagas yang memandang Nanda ngeri.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTERO (Completed)
Teen FictionBest cover @prlstuvwxyz. Ini cerita lama rasa baru, alurnya sama tapi ada bedanya. Baca berita noh untuk tahu kelengkapannya. "Woi!" Nanda berusaha mengejar langkah lebar cowok tinggi yang sudah jauh melangkah di hadapannya. Tidak ada tanda-tanda c...
