"Bahwa rasa sesungguhnya adalah saat kamu bahagia oleh yang paling sederhana."
__Laju19__
***
"Kenapa sih, suka bekasan? Beli lagi aku masih mampu kok, Nan."
"Yaudah sih, biarin. Nggak ada ruginya, lagian bisa ngerasain lidah kamu di sini."
Bara mengangkat sebelah alisnya, ia melirik Nanda kemudian tersenyum miring. Perlahan ia mendekat membuat Nanda gelagapan.
"Alde ngapain?"
"Mau ngasih lidah buat kamu."
"Kenapa sih, suka bekasan? Beli lagi aku masih mampu kok, Nan."
"Yaudah sih, biarin. Nggak ada ruginya, lagian bisa ngerasain lidah kamu di sini."
Bara mengangkat sebelah alisnya, ia melirik Nanda kemudian tersenyum miring. Perlahan ia mendekat membuat Nanda gelagapan.
"Alde ngapain?"
"Mau ngasih lidah buat kamu."
***
"Al! Jorok!" Begitulah bunyi pekikkan Nanda yang membuat Bara tertawa.
Iya, Nanda tahu. Ia kalau makan kadang jadi sangat jorok sekali, sampai ice cream meleleh ke tangannya tidak tahu.
Namun, tidak dijilat Bara juga kali. Masa lelehan ice cream yang sampai lengan itu Bara jilat semua, jorok tahu.
Ada yang lebih penting dari itu, bahwa Bara di sampingnya tertawa sampai memegangi perut. Adalah pemandangan indah yang Nanda tidak pernah kepikiran akan lihat dalam hidupnya.
"Al, kok ganteng sih kalo ketawa?"
Sejak kapan? Sejak kapan Bara jelek? Pernah jelek pun Bara tidak. Mata Nanda ini udah sehat sepertinya.
Bara menaikkan alisnya, ia mengatur napas untuk meredakan geli di perutnya, kemudian berkata, "Sering-sering belepotan ya kalok makan. Kalok perlu di tempat yang lebih strategis."
"Bara, gue tabok ya lo!"
***
"Jauh-jauh sana kalo masih mesum." Titik tidak ada koma. Nanda bahkan mendorong Bara yang melipat bibir menahan senyum karena tingkah lucu pacarnya.
Bertahan Bara, jangan sampai image kamu yang pangeran kutub nomor satu sejagad raya jadi hilang hanya karena tingkah lucu Nanda yang merajuk.
Sekali lagi Nanda doorng saat Bara berusaha menggenggam tangannya, tetapi mencuri lirik untuk memastikan Bara tetap di sampingnya. Sekali lagi, bertahan Bara.
Saat itu Bara lihat Nand amengerutkan kening, dengan bibir mengerucut sangat imut, bisa gila Bara kalau seperti ini. Nanda lirik Bara dengan mengerjap seakan berpikir. Dua kali, bertahan Bara.
Nanda raih Bara untuk merapat padanya, kemudian berkata, "Jangan jauh-jauh, lo diliatin cewek-cewek satu studio, Bara! Mau cari cewek lagi lo?"
Sudah, hancur tuh pertahan Bara. Ia tersenyum lebar dan rapat, kalau tidak ditahan bisa senyum tiga jari Bara, serius.
Gadisnya ketika datang bulan? Tidak buruk juga.
"Lo duduk di sini, jangan ke mana-mana."
Nurut Bara dong, mau gimana lagi. Ibu Ketua hidup Bara sedang jadi singa kadaluarsa. Bahaya pokoknya.
Dalam genggaman Nanda sebuah kamera berwarna putih sedang ia atur saturasinya agar selaras dengan cahaya. Saat itulah Igus datang dengan gaum merah delima di tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTERO (Completed)
Novela JuvenilBest cover @prlstuvwxyz. Ini cerita lama rasa baru, alurnya sama tapi ada bedanya. Baca berita noh untuk tahu kelengkapannya. "Woi!" Nanda berusaha mengejar langkah lebar cowok tinggi yang sudah jauh melangkah di hadapannya. Tidak ada tanda-tanda c...
