didedikasikan untuk krengold, maap Wak kolom dedikasinya kaga bisa.
"Asal lo inget, yang nyerah duluan bukan gue, tapi lo."
__Ananda Gaby Fredella__
***
"Selama bareng aku kamu sering nangis, ya?"
Tanpa ragu Nanda mengangguk. Jujur saja, bohong juga percuma, nyatanya Bara tahu semuanya. Karena cowok satu ini yang lebih tahu bagaimana caranya menghancurkan setiap kebahagiaan Nanda.
"Apa kamu bisa janji untuk bahagia kalau aku nyerah?"
***
Ananda Gaby Fredella sudah putuskan soal hubungan segitiganya. Maka dari itu ia akan sampaikan kabar kepada Adit saat istirahat pertama. Mereka sudah janjian di rooftop.
Maunya Adit disambut dengan senyum pacarnya. Apa daya kalau yang sedang duduk di bawah pohon liar sedang melamun.
"Nan." Adit lembutkan panggilannya, supaya Nanda tidak terkejut.
Adit tersenyum, seperti biasa ia ceria. Bahkan cowok satu itu membawakan Nanda ice cream.
"Dit, semalem Al sama gue udah—"
"Kemaren sebelum Kak Bara pulang, dia tanya sama gue kenapa suka sama lo." Adit itu sopan sekali. Bahkan kepada Bara ia panggil dengan embel-embel kakak.
"Kenapa lo suka sama gue?" Nanda mengerutkan kening, ia tertarik dengan sebuah cerita.
"Karena lo cantik, gue makin suka lo setelah lo makin cantik." Adit terkekeh mendengar kalimatnya. "Karena nasib lo yang nyaris gila sama kayak gue. Gue merasa nggak gila sendirian saat bareng lo, Nan. Gue merasa normal, karena lo lebih parah dari gue."
Nanda mengerutkan kening. Adit serius? Atau bercanda? Mencari alasan agar jauh dari Nanda mungkin?
"Bokap gue selingkuh, bahagia sama orang lain saat nyokap gue banting tulang gedein gue. Nyokap gue bahkan kudu kerja ekstra untuk nyembuhin gue."
Sekali lagi Adit tertawa, seakan lega ia menghela napas kemudian. Dialah Aditya Abraham, yang semalam bertanya kepada ibunya tentang arti sebuah perasaan.
"Gue jahat ternyata," ucap Adit. Cowok satu itu menatap Nanda masih dengan senyumnya. "Gue deketin lo cuma nyari temen menderita." Itu kenyataan yang Siseh sadarkan kepada Adit semalam.
"Tapi, Al kayaknya juga nyerah sama gue." Nanda jadi sedih, sekarang ia sendiri lagi?
Dulu Nanda pernah bilang kalau hubungannya dengan Bara hancur, ia tidak akan percaya cinta lagi. Dia serius, tetapi apa salahnya dicoba dengan Adit.
Meski saat Bara katakan akan menyerah Nanda kehilangan rasa ceria dalam dirinya, seakan mati rasa, itu adalah bentuk trauma yang sama seperti sebelumnya.
Namun, serius Nanda ingin mencoba bersama Adit, karena cowok itu cukup ceria untuk Nanda yang ingin hidupnya ramai dengan tenang. Meski tidak bisa mencitai, apa salahanya kalau hidup bahagia begitu saja?
Tidak apa-apa Nanda mati rasa, asal tidak kembali sendiri seperti sebelumnya.
Meski tidak bisa merasakan cinta dalam dirinya, mungkin ia bisa menikmati hidup dicintai. Entah berhasil atau tidak, yang penting mencoba dulu. Apa salah?
"Nggak ada orang yang nyerah tapi masih ngawasin lo dari jauh."
Maksudnya? Nanda mengerutkan kening setengah berpikir. Adit dengan senyum kecilnya, entah kenapa malah ia bandingan dengan Bara yang rupawan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTERO (Completed)
Fiksi RemajaBest cover @prlstuvwxyz. Ini cerita lama rasa baru, alurnya sama tapi ada bedanya. Baca berita noh untuk tahu kelengkapannya. "Woi!" Nanda berusaha mengejar langkah lebar cowok tinggi yang sudah jauh melangkah di hadapannya. Tidak ada tanda-tanda c...
