CHAPTER 32; BERLIAN?

149K 10.1K 229
                                        

"Untuk terbiasa dengan sunyi itu juga melewati masa intimidasi."

__Laju19__

***

"Ngggak." Jawaban Bara yang sudah Nanda tebak, karena tadi gadis itu merasakan rangkuman Bara semakin kuat. "Asal naik, nggak bisa turun lo." Terdengar seperti ancaman.

"Al, gue mau makan kue buatan lo." Sedikit alasan supaya berhasil turun dari Bara.

Benar saja, Bara turunkan Nanda dari rangkumannya, gadisnya yang segera berlari ke arah Risha dan mengambil alih kuenya.

"Adit! Ayo makan kue ultah gue."

***


Kalau tadi waktu Nanda yang Bara sita. Kali ini, Nanda harus adil. Aditya Abraham juga punya hak atas waktunya, maka dari itu saat ini ruang tamu Nanda terasa tegang.

Beberapa candaan yang dilemparkan Cakra dan Radin bahkan tidak membantu suasana.

Ria dan Thalia sedari tadi sudah dorong-dorongan, sementara Risha berusaha tenang sendiri.

"Lah, kenapa kalian diem?" Si Fredella tidak sadar? Serius? Padahal aura gelap Bara nyaris menyeruput nyawa sekitarnya. "Rish, potong ini kuenya."

Demikianlah Risha dan Thalia memotong kue untuk dibagikan kepada hadirin.

"Dit, abisin. Makan yang banyak biar sehat."

Bara mendelik pemirsa, ia menoleh dengan gerakan pelan kepada Ananda Gaby Fredella.

Bagas tersedak melihat tatapan Bara, juga Radin dan Cakra yang tidak sengaja mengigit lidah mendengar kalimat Nanda.

Bara lihat Adit tersenyum melahap kue pemberian Risha. Ia bahkan mengacungkan jempol dengan tawa recehnya.

"Enak, kan?" Nanda ikut melahap kuenya. "Ini Al yang buat. Keren emang cowok gue."

Bara mendadak tersenyum dong. Ia senang akhirnya dibanggakan Nanda, di hadapan selingkuhannya pula.

"Iya, Kak? Lo yang buat? Keren, sih." Semakin lahap Adit dengan makanan di tangannya.

Bara mengerutkan kening, apa-apaan ini? Bukannya marah Adit malah sumringah? Ekspresi macam apa itu?

Kalau penasaran bagaimana Nanda dan tiga cewek cantiknya bisa berbaikan, tidak ada ceritanya. Mereka hanya secara alami kembali seperti semula setelah Nanda datang ke sekolah dan tersenyum kepada kawan-kawannya itu. Kemudian Risha, Thali, dan Ria memeluk gadis Aphrodite Barunawati itu.

Kalian pikir mereka meminta maaf? Tidak, jelas jangan sampai terjadi, atau Nanda akan ingat lagi akan salah sangkanya. Mereka akan melalui hari canggung yang sangat lama.

Karena saat Nanda datang dengan tersenyum dan ia menerima pelukan, itu berarti ia sudah memaafkan. Namun, sekali lagi, jangan ingatkan. Ananda Gaby Fredella hanya sesederhana itu jika kalian pahami.

"Al, seharian tadi kan lo bareng gue. Sekarang gantian Adit, dong." Sangat santai, seperti di pantai. Selow seperti di Mosko. Nanda seperti manusia tersuci di dunia berkata, bahkan sambil menatap Bara.

Bara membuang muka, ia menatap tiga cewek di depannya. Sinyal kuat bahwa mereka tidak boleh meninggalkan Nanda dan Adit begitu saja saat ia akan pulang.

Saat itu Risha yang paling awal nyantol, maka ia mengacungkan jempol.

Namun, Nanda berkata, "Ris, nanti fotoin catetan Kimia dong, secepatnya ya, gue mau nyatet ketinggalan. Oh ya, gue juga fotoin catetan Sejarah lo ya, Thal."

ALTERO (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang