CHAPTER 41; CEMBURU

103K 8.5K 236
                                        

"Asal dibicarakan semua akan ada jalan."

__Aldebara Geril W Adelheid__

***

"Apa hubungannya, sih?"

"Cemburu itu tanda cinta." Thalia mengangguk agar telihat semakin meyakinkan.

"Kita punya misi berarti." Sok misterius sedikit boleh lah ala Ria.

"Buat Kak Bara cemburu."

Dari sanalah hidup Bara akan diuji sekali lagi. Semoga berhasil dalam permainan selanjutnya ya Bara.

***


Mari mulai tahap kali ini dengan Bara dan tiga temannya yang sudah duduk rapi di kantin, tentu saja keempatnya penuh perhatian.

Bara dengan buku filsafat di tangannya, kemudian Radin, Cakra, dan Bagas yang membicarakan soal game online baru, mereka ribut sendiri di tengah Bara yang sunyi.

"Anjir, Bar." Suara Radin yang menghantarkan mata Bara beralih dari buku.

Hanya untuk mendapati Nanda yang mencuri perhatian dengan rambutnya yang diikat tinggi dan keringat yang mengalir santai di lehernya. Apa-apaan? Bara tidak rela bagi-bagi. Namun, tahan Bara, tahan. Nanda tidak suka kamu terlalu over seperti ini.

"Bukan main cewek lo, Bar."

Wajah Bara tidak ada perubahan, ia tetap datar dan pada posisinya. Namun, tangannya beraksi, ia memukul belakang kepala Radin yang matanya jelalatan.

Ditambah lagi, Bara beri lirikan maut yang Radin sampai merasa hidupnya tidak akan lama lagi karena ditatap setajam itu.

Thalia duduk manis di samping Cakra setelah cowok itu membersihkan kursi dengan menendang Radin dari sampingnya. Radin terima saja, karena tepatnya adalah di samping Ria. Sedangkan Risha mendapat lambaian tangan manis dari Bagas untuk duduk di sampingnya.

"Gue dong, kaga ada yang nyapa. Kaga ada tempat duduk sisa lagi." Sebelumnya Nanda sempat menggerutu dalam hati soal Bara yang acuh padanya.

"Gue duduk sama Adit aja, deh." Tidak ada pilihan, karena hanya itu bangku yang kosong. Juga, Adit sedari tadi memang menyapanya dengan senyum ceria, meski Nanda hanya balas senyuman kecil saja.

Saat gadis cantik itu melangkah, Bara segera tarik tangannya untuk duduk di ... pangkuannya.

Karena itu sekitar jadi ricuh sendiri. Bara banting bukunya ke meja. Ia beri tatapan Nanda yang sangat dulit dibaca.

"Ambilin dia kursi." Entah untuk siapa perintah itu, tetapi Cakra segera bertindak sebelum semua yang dikantin tinggal nyawa karena suara bass Bara yang mematikan.

Thali, Ria, dan Risha, malah mengusap tangan, mereka rasa Nanda mulai melancarkan aksinya.

Saat Cakra datang dengan kursi untuk Nanda. Malah Bara yang menduduki kursi itu, sedangkan gadisnya ia suruh duduk di bangkunya barusan. Apa bedanya?

"Cemburu tuh, Nan." Bagas sahuti tingkah Bara dengan jenaka.

Nanda jadi teringat sesuatu, ia menggebrak meja, hingga yang semeja dengannya jadi terkejut dengan cara sendiri-sendiri.

Kemudian ia berkata, "Tentang cemburu. Al, lo pernah cemburu nggak buat gue?"

Episode pertama Thalia menutup wajah merasa malu atas pertanyaan Nanda.

Bara hanya jawab dengan kerutan di kening, ia menatap Nanda penuh tanya, jadi Nanda menjelaskan tentang: "Tadi tuh, Thali, Ria, sama Risha tanya gue apa lo pernah cemburu buat gue?"

ALTERO (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang