Gaes, mau kasih tahu, di Instagram gue ada mini trailer, full trailernya ada di youtube. Ada rahasia yang harus kalian jaga, kalau yang buat trailer adek gue. Iya, adek gue yang sukanya nonton drakor, fans garis kerasnya BTS, yang katanya istrinya Kim Taehyung. Entahlah. Tapi suka nemenin mak gue nonton india.
Dia nggak mau gue kasih tahu sebenernya yak, tapi dia nggak mungkin ke Wattpad gue garis kerasin Wattpad belom boleh buat anak belum lulus SD kek adek gue.
So, dia masih abal-abal banget bikin pidio, lo boleh judge gue, tapi nggak adek gue. Katakan kekurangan, tapi tidak menghina. Ada saran, harus ada alasan, juga jalan keluar. Begitu cara berkomentar.
Untuk trailer ini, kalian boleh lihat, boleh juga tidak. Gue upload itu cuma buat asik-asikan. Mau nggak subscribe boleh, mau subscribe juga boleh. Nggak like boleh, dilike juga boleh. Terserah lah mau liat di IG atau di Youtube.
***
"Sorry, Rensa. But, I am very perfect indeed. You deserve to feel rivaled."
__Ananda Gaby Fredella__
***
Saat ini, saat Nanda jatuh hati, ia tahu rasanya tersenyum sendiri karena ingat doi. Ia tahu rasanya bahagia saat melihat Bara tertawa, itu luar biasa.
Namun, saat Nanda sakit hati, ia tahu rasanya menangis berulang kali karena patah hati. Ia bahkan jadi lemah karena tak bisa marah, itu juga luar biasa.
Semua pesakitan yang ia terima adalah setiap keputusan yang selalu punya risiko.
***
Perlu diketahui, bahwa Ananda Gaby Fredella tidak pernah menangis, setidaknya setelah Bunda pergi, setidaknya sebelum Bara datang.
Aldebara, cowok satu itu, entah kenapa Nanda seakan mau melakukan segalanya untuk cowok berkaki panjang itu.
Nanda sudah terlena dengan betapa angkuhnya Tuhan dalam fisik Bara? Atau Nanda sudah jatuh cinta, sejatuh-jatuhnya?
Semuanya salah, sejujurnya. Nanda memanng memiliki perasaan serius itu, mungkin hanya untuk Bara.
Namun, bukan itu yang menahan Nanda untuk Bara. Ia masih takut, Nanda juga pernah bilang kalau ia takut patah hati.
Lebih dari itu, Nanda lebih takut Bara yang patah hati. Nanda tersakiti sudah sangat biasa. Namun, melihat orang tercinta tersakiti itu beda urusan.
Meski samar, Nanda dengar seseorang mengikutinya dengan langkah cepat.
Hingga sampai di ambang pintu kelas sebelas IPA satu yang sepi karena semua murid masih di aula, seseorang mendorongnya untuk lekas masuk ke kelas, kemudian menghimpitnya ke tembok samping pintu.
"Nanda—"
"Stop, Al ...." Nanda tergugu dengan kalimatnya, wajahnya datar. Tidak ada yang sadar saat ia meninggalkan panggung air mata sudah tidak dapat ia bendung.
Wajah Aldebara pias, mungkin untuk yang pertama kali dalam hidupnya. Ia mengusap air mata kekasihnya perlahan.
"Maaf." Bara bahkan tidak tahu harus berkata apa, karena ia tahu Nanda akan lebih percaya apa yang dilihatnya. Lagipula, tidak ada pembenaran dalam keadaannya, Bara salah dan ia sadar itu.
"Lo biarin dia nyentuh lo, Al." Sekali lagi, ingatan tentang adegan itu membuat Nanda meneteskan air mata dengan wajah datar, ia menahan ekspresi kesakitannya. Agar Bara tahu itu tidak dapat digambarkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTERO (Completed)
Teen FictionBest cover @prlstuvwxyz. Ini cerita lama rasa baru, alurnya sama tapi ada bedanya. Baca berita noh untuk tahu kelengkapannya. "Woi!" Nanda berusaha mengejar langkah lebar cowok tinggi yang sudah jauh melangkah di hadapannya. Tidak ada tanda-tanda c...
