Karena orang yang mencintai dan saling menyakiti adalah bodoh. Yang lebih bodoh lagi adalah saat menyakiti balik.
__Ananda Gaby Fredella__
***
"BANGKE!!!" Besok, suara Nanda pasti serak-serak basah, nyaris hilang. Sudah kapital masih ada tanda seru tiga. Bisa dibayangkan seberapa kerasnya?
Maaf, Author tidak berani melanjutkan kalimat receh saat Nanda marah. Karena tatapannya super duper seperti laser, hingga saya percaya ia sebenarnya Mutan X-Men yang hilang.
***
Biarkan kali ini Aldebara yang membuka, untuk obat penasaran orang-orang yang bertanya kenapa ia melakukan hal semacam ini kepada Ananda Gaby Fredellanya.Untuk peringatan, BAra sudah pernah bertanya, apakah ia harus menepati janji, karena ia tidak berkeberatan untuk mengingkari demi pacarnya, anggap saja ia sudah gila.
Banyak orang bertaka, bahwa Bara adalah orang beruntung, tetapi beruntung bisa saja pergi seketika.
Aldebara pernah tidak diberkati, ia pernah ada dalam posisi tidak memiliki teman sama sekali, orang tuanya sibuk dengan adik baru yang terus sakit. Hari saat Aldebara yang tertekan bahkan dapat nilai nol besar dalam ulangan karena sengaja tidur di kelas.
Hanya ada satu manusia yang mau membarenginya, gadis itu, yang Nanda tidak suka Bara sebut namanya.
Farensa Adel Violet, dia menemani Bara bahkan main bola saat gadis kecil itu dulu tidak tahu apa-apa soal menendang, jatuh bertubi-tubi tanpa menangis untuk berteman dengan Bara.
Hingga saat Sekolah Menengah Pertama, Bara yang hanya menganggap Rensa sebagai teman saja, menyatakan perasaannya lewat kata cinta.
Bara tercenung, ia mendadak berpikir apakah ia memiliki perasaan yang sama. Hingga ia menghindar dan Rensa terus mengejar.
Hari itu, ia juga sial luar biasa, saat ia sengaja menyebrang agar Rensa tidak dapat mengejar, tetapi gadis itu tetap nekat.
Rensa dihantam kendaraan roda empat hingga harus berakhir koma, di situlah Bara berjanji akan menunggu dan membarengi hingga sembuh.
Saat itu, ia juga berpikir bahwa memiliki perasaan yang sama dengan Rensa.
Hinga ... biarkan bara menghela napas sejenak saat ini, cowok yang berdiri menatap jauh ke luar jendela di mana Jakarta sedang gerimis manis.
Hingga ia bertemu Ananda Gaby Fredella, kalau boleh jujur gadis itu urakan, tidak rapih sama sekali, jauh dari kata cantik bahkan kalau boleh dibandingkan dengan Farensa Adel Violet.
Namun, ia menarik, Ananda Gaby Fredella adalah segalanya. Nanda adalah yang Bara mau dan tidak mau, ia lengkap tidak dapat dijabarkan dengan kalimat.
Nanda adalah yang untuk bosan saja Bara tidak pernah kepikiran akan terjadi. Ananda Gaby Fredella adalah arti nyata dari Bara yang jatuh cinta.
"Aku bersyukur kamu nyiksa aku, Nan."
Sungguh, Bara bersyukur Nanda siksa, setidaknya ia tahu Nanda tidak berkorban sendirian.
Tunggu, ada yang perlu dikonfirmasi, bahwa dari dulu Bara tersiksa luar biasa.
Biarpun kurus kering, buluk begitu—Bara terkekeh dengan pilihan katanya—Nanda itu sungguh menggoda.
Tidak pernah Bara gandeng karena Bara takut khilaf.
Bara tidak pernah berbicara halus dengan Nanda karena takut Nanda berlaku demikian pula padanya. Bara hanya takut ... tidak dapat mengontrol diri saat Nanda halus padanya. Gadis itu—heh—sangat menggoda iman.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTERO (Completed)
Fiksi RemajaBest cover @prlstuvwxyz. Ini cerita lama rasa baru, alurnya sama tapi ada bedanya. Baca berita noh untuk tahu kelengkapannya. "Woi!" Nanda berusaha mengejar langkah lebar cowok tinggi yang sudah jauh melangkah di hadapannya. Tidak ada tanda-tanda c...
