CHAPTER 13; TINJU

166K 12.8K 126
                                        

"Kalok sayang, lo pilih gue."

__Ananda Gaby Fredella__

"Sekalian ganti baju, ya," ucap Bara dari luar kamar pacarnya itu.

"Mau ke mana?" Tanya gadis itu dari dalam kamar.

***

"Club?" Ananda Gaby Fredella di belakang Bara sedang terperangah secukupnya.

Bara sedari tadi pura-pura bisu, ia tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Kali ini ia hanya mengangguk, berusaha meraih tangan pacarnya saat Nanda malah menghindar.

"Ngapain?" Ia bahkan menarik diri satu langkah untuk menjauh dari jangkauan Aldebara.

"Masuk dulu—"

"Lo ... minum?" Wajah Nanda sudah ngeri membayangkan Bara akan membenarkan.

"Ayo." Tidak ada jawaban, ia kembali ingin meraih Nanda, saat gadis itu kembali menghindar.

"Gue mau pulang."

Dalam hati Bara meneguhkan diri, sebenarnya ia sedikit sangsi, tetapi beberapa hari yang lalu Bara bilang setuju, bukan? Jadi resikonya seperti demikian.

"Hidup gue lo harus tahu, gitu kan?"

Nanda mengerutkan kening, iya sih. Benar yang dikatakan Bara, tetapi bukan begini juga.

"Ya, ini bagian hidup gue." Bara mengedikkan bahu. Berusaha terlihat acuh saat wajah marah Nanda mengganggunya.

"Kalo gitu, jangan ke sini lagi. Kalo lo sayang gue, lo bakal pilih gue." Ketar-ketir aslinya hati Fredella satu ini. Ia takut Bara tidak memilihnya, lagipula ... siapa sih Nanda? Baru jadian sudah berusaha merubah segalanya soal Bara.

"Kalo lo nggak mau, pulang sendiri sono." Karena lidah tak bertulang bukan? Bara jadi tidak tahu apa yang ia katakan. Sebenarnya ia hanya tidak tahan dengan tatapan jijik gadisnya.

Langsung, karena diusir Nanda berbalik meninggalkan Bara. Napasnya memburu saat langkahnya sedikit terhentak. Kesal menyelimuti hati, judulnya demikian.

Lho, kok nekat. Demikian suara batin Bara yang semakin tidak terima.

Dalam langkah ke sepuluhnya, Ananda Gaby Fredella berbalik melihatnya. Segenang air di pelupuk matanya membuat Bara khawatir.

Sekilas kejadian gadis bermata indahnya akan sakit hati terlintas di benaknya. Sialnya, itu sangat menganggu. Bara tidak terima kalau ia jadi penyebab Nanda menangis!

Jadi, dengan langkah super dari kaki panjangnya, ia meraih Nanda lagi.

Ia hanya tidak tahu kalau Nanda hanya kelilipan, buktinya gadis itu sekarang tengah mengusap matanya yang perih.

"AL!!!" Teriakan pertama, sepenuh napas yang ada. "TURUNIN GUE!!!" Teriakan kedua sekuat tenaga, ia yang mulai pening karena dibopong bagai karung beras oleh Aldebara.

Setelahnya, Bara sedikit tidak bisa jalan dengan benar karena Nanda memberontak dengan kekuatan supernya. Ia menggoyangkan kaki, memukul punggung Bara, menjambaknya, tidak cukup demikian ia menggigit Bara di tempat yang bisa dijangkau gigi kuatnya.

Namun, siapa sangka Bara lebih kuat dari yang ia perkirakan? Tidak ada! Nanda sendiri hampir tidak percaya. Apa ia mati rasa?

Hingga suara ingar bingar terdengar, ia berusaha melihat sekitarnya. Ya, demikianlah pemandangan yang tidak mengenakkan ia dapatkan, hingga ia berusaha menutup mata agar tidak menyaksikan.

Bara sialan! Dalam hati ia berteriak tidak terima karena matanya ternodai. Kemudian, gadis itu hanya merasakan Bara menaiki tangga.

"Duduk sini!" Setengah membanting karena gadisnya masih memberontak.

ALTERO (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang