"Karena ini yang terakhir, sebelum dan setelah kamu adalah kamu. "
__Ananda Gaby Fredella__
"Begitu seterusnya, karena aku tidak mau punya pilihan."
__Aldebara Geril W Adelheid__
***
Bahwa selama ini Berlian hanya butuh satu alasan untuk merelakan perhatian Aldebara terbagi, yaitu kebahagiaan Bara sendiri.
Mari beralih kepada Aldebara yang diam-diam mendengarkan, ia tersenyum manis sekali. Kalau boleh jujur, refleks saat perasaannya saat itu juga membuncah bukan main.
Berarti, yang melihat ketulusan Bara bukan dirinya saja, bukan? Orang lain juga bisa lihat dengan mata telanjang.
***
Ananda Gaby Fredella
Al, laper.
Pengen makan, tapi mager.
Pengen martabak.
Tapi mager.
Andai cowok gue pengertian.
Gue ngambek, masa kek orang gila chat sendirian.
Demikian sampah yang Ananda Gaby Fredella buat. Setiap satu menit ia akan menunggu balasan, saat penantiannya sia-sia akhirnya ia kirimkan satu per satu pesan tersebut. Tanpa sadar, pesan yang ia buat sebagai sampah sudah sepanjang jalan kenangan.
Tiba saat ia lelah mengetik, jadi gadis bermata indah kesukaan Bara itu hanya membaca ulang setiap pesan yang hampir tidak pernah terbalas.
Satu minggu lagi genap sembilan puluh hari hubungan mereka berjalan. Tepatnya tiga bulan.
Namun ... cowok yang mulai Nanda sayangi itu tetap sama, pura-pura bisu sering jadi kegiatannya, perlakuan lembut kepada Nanda bagai alergi bagi Bara. Belum lagi tingkahnya yang suka mencekal Nanda seenak jidatnya.
Di depan umum, Bara dingin sekali pada gadisnya. Buktinya saja, rumor yang beredar malah Ananda Gaby Fredella yang mengejar-ngejar Aldebara, padahal kalian tahu sendiri bagaimana keadannya. Boleh minta tolong? Beritahu mereka yang mengatai Nanda memelet Bara, bahwa Bara yang kejar Nanda duluan, bukan sebaliknya.
Kalau boleh jujur, terkadang Nanda merasa tidak dianggap. Namun, setelahnya Bara berkata manis sekali, hingga Fredella satu ini lupa menginjak bumi.
Bara membalas pesannya? Anti sekali sepertinya.
Tetapi, ada tetapinya juga pemirsa. Aldebara Geril W. Adelheid itu perhaitan sekali, ia tidak bohong saat berkata kalau mengabaikan bukan berarti tidak perhatian.
Contoh sederhananya adalah ... "Al?" Itu suara Nanda menyapa pacarnya yang sebelumnya menimbulkan ketukan pintu rumahnya.
"Kenapa nggak masak aja kalo laper?" tanya pacar Nanda satu ini, ia berjalan dengan langkah lebar ke dapur. Mengambil dua piring, seakan itu rumahnya sendiri ia menyiapkan martabak spesial untuk kesayangannya.
Yup, Bara pasti datang saat Nanda butuh sesuatu, bahkan sebelum Nanda butuh terkadang Bara sudah ada.
"Udah dibilang, mager. Bahan masaknya abis," jawab Nanda. Sungguh, ia malas ngapa-ngapain Minggu malam seperti ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTERO (Completed)
Ficção AdolescenteBest cover @prlstuvwxyz. Ini cerita lama rasa baru, alurnya sama tapi ada bedanya. Baca berita noh untuk tahu kelengkapannya. "Woi!" Nanda berusaha mengejar langkah lebar cowok tinggi yang sudah jauh melangkah di hadapannya. Tidak ada tanda-tanda c...
