"Kalo lo sakit hati, gue siap tanggung jawab, cukup inget itu."
***
Menurut Nanda, Aldebara pantas mendapat predikat orang aneh darinya, bukan hanya dari tingkahnya yang telah berlalu, yang sekarang lebih aneh lagi. Cowok itu, yang tinggi dan putihnya lebih dari Nanda, pergi begitu saja, seakan tadi tidak ada adegan paksa-paksaan jadi pacar atau pulang bareng. Ia hanya berjalan dengan pasti ke arah tujuannya.
Aneh, untung ganteng, batinnya.
***
Nanda tidak tahu kenapa semalam Risha sampai repot-repot menghubunginya saat waktu telah menunjuk tengah malam, saat Nanda enak-enaknya tidur.
Yang pasti, apa yang Risha bicarakan tidak masuk dalam otak Nanda. Yang ia tangkap hanya ingin berangkat bersama.
Namun, pagi ini tidak kalah anehnya, sampai repot-repot membunyikan klakson mobil Risha hingga Nanda menampakkan diri dari balik pintu rumahnya. Bahkan tetangganya sampai mengintip dari tempat mereka.
"Lo kok bisa jadian sama Kak Bara?"
"Katanya lo kaga kenal?"
"Kapan jadiannya?"
"Gimana dia nembaknya?"
"Iya, kok bisa?"
"WOI!!!" Nanda tidak tahan, ia bahkan sampai menepuk tangan sekeras mungkin untuk menghentikan kawan-kawannya. Nanda tidak mengerti apa maksud kawan-kawannya itu, mereka bertanya secepat kilat setelah Nanda menutup pintu mobil.
"Apaan?" tanyanya, dengan kerutan kening dalam menghiasi wajahnya.
"Masih tanya lagi, lo gimana ceritanya bisa pacaran sama Kak Bara?" Akhirnya Thalia merangkum pertanyaan yang ada.
"Gue? Pacaran? Jangan ngaco," jawabnya, mendengus geli.
"Kalo gitu, ngapain Kak Bara update segala sosmed-nya yang menyatakan bahwa lo hanya punya dia?" Risha ini memang anak yang kalau penasaran semua dilupakan hanya untuk stalking tidak penting, buktinya ia tahu kalau Bara update semua sosmed-nya.
"Iya, setelah dua tahun sosmed-nya mati, tiba-tiba hidup lagi hanya buat sebuah berita yang sangat menggemparkan." Kalau Thalia ini memang teman gosipnya Risha, jadi dia sudah pasti tahu sama banyaknya dengan Risha.
"Lo yakin yang disebut gue? Nanda bukan gue doang."
"Iya, Nanda di sekolah kita emang bukan lo doang, tapi Ananda Gabby Fredella, kelas sebelas IPA satu, cuma satu," ucap Ria, ternyata ia juga ikut penasaran.
Lengkapnya lagi, ria menunjukkan ponselnya, di mana ada foto seorang gadis di Insta Story, sedang menunduk memandangi ponsel. Lengkap dengan kalimat berjudulkan "MINE". Benar, garis keras pakai kapital semua.
"Jadi, lo beneran kaga tau?" Ria memandang sahabatnya dengan pandangan super aneh.
Nanda menggeleng, lengkap dengan wajah bodoh miliknya.
"Kok aneh?" tanya Risha, menggaruk kepalanya yang mendadak gatal karena bingung.
Nanda juga ikut berpikir beberapa saat, apa yang terjadi? Ia harus mencerna satu-persatu agenda dari yang kemarin juga.
Setelah ia menangkap maksud yang kemungkinan besar terjadi saat ini, ia tersenyum sinis, besertakan meninjukan kepalan tangan kanannya kepada telapak tangan kirinya.
"Jadi, itu anak mau main-main sama gue? Okay, gue jabanin," ucapnya sinis.
"Kenapa sih? Lo buat masalah sama Kak Bara?" Thalia yang duduk di kursi penumpang belakang menepuk pundak Nanda.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTERO (Completed)
Fiksi RemajaBest cover @prlstuvwxyz. Ini cerita lama rasa baru, alurnya sama tapi ada bedanya. Baca berita noh untuk tahu kelengkapannya. "Woi!" Nanda berusaha mengejar langkah lebar cowok tinggi yang sudah jauh melangkah di hadapannya. Tidak ada tanda-tanda c...
