Chapt 4 - Kesiangan 2

4.4K 173 0
                                        

Now Playing : Element - Rahasia Hati 🎶🎧

"Untuk apa aku disini sebagai temanmu, jika untuk berbagi cerita saja kamu tidak mau."

⚘⚘⚘

Nadine Sandra Winata***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Nadine Sandra Winata
***

Saat ini Hanna dan Nadine menjadi pusat perhatian murid Pelita Bangsa, kantin penuh seketika. Karena teriakan Nadine yang membentak Hanna tadi.

Hanna meringis kesakitan sambil memegang kepalanya. Ia tak menjawab perkataan Nadine kepadanya. Sungguh gadis itu sangat ketakutan saat ini.


Nadine menjambak rambut Hanna. "JAWAB PERTANYAAN GUE BITCH!" Bentaknya lalu tersenyum menyeringai.

Hanna hanya menunduk sambil menangis dan meringis kesakitan. Yang mampu dilakukannya saat ini hanya pasrah.

"UDAH DIN, KASIHAN ANAK ORANG, BEGO!" ucap Deran dengan kerasnya sambil menatap tajam Nadine.

Andre hendak membantu Hanna, tapi kedua teman Nadine yaitu Fira dan Beby menghalanginya.

Fahrez yang baru menyadari keadaan sekitar sudah ramai. Karena sedari tadi ia hanya menatap game di iphonenya itu dengan kuping yang tersumpal earphone. Lelaki itu menatap sekitarnya dengan tatapan dingin lalu pergi meninggalkan kantin dan berjalan menuju rooftop.

Semua orang melongo menatap kepergian Fahrez, dengan berpikir bahwa Fahrez benar-benar tak punya hati. Padahal Hanna seperti itu karenanya. Eh, karena Nadine. Tapi, Fahrezlah alasan dibalik tingkah gadis itu saat ini.

"Lo berdua-" ucap Nadine menunjuk Andre dan Deran.

"Gak usah ikut campur urusan gue. Ngerti!" Lanjut Nadine penuh penekanan.

Andre dan Deran hanya diam menatap Nadine. Nadine memang sangat sulit dihentikan, hanya Fahrez dan Arkan yang mampu menghentikannya.

"Girls, bawa bitch ini ikut gue." Ucap Nadine kepada kedua temannya, lalu pergi meninggalkan kantin. Fira dan Beby menyeret Hanna secara paksa untuk mengikuti Nadine.

Deran dan Andre hanya bergeleng-geleng kepala melihat kelakuan Nadine yang unfaedah itu. Mereka berdua tidak bisa melakukan apa-apa karena itu memang bukan urusannya. Lagi pula Nadine itu perempuan, mereka tidak bisa melawan Nadine dengan kekerasan. Jika hanya dengan kata-kata, mereka berdua takkan bisa menghentikannya.

Melaporkannya pada guru, hanya akan menambah persoalan semakin rumit. Nadine itu ibarat ular berbisa dan pandai melakukan drama. Bisa saja ia memutar balikan fakta yang ada, kemudian menjadikan Hanna sebagai orang yang menganiaya bukan dianiaya. Itulah hebatnya gadis itu. Cantik, tapi berhati iblis.

My Fireflies!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang