Chapt 22 - Siswa Baru

3K 110 0
                                        

"Jangan menilai orang dari katanya, tapi dari faktanya. Sebab, yang katanya itu belum tentu itu faktanya."

⚘⚘⚘

Alfahreza Aditya Prasetya***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Alfahreza Aditya Prasetya
***

Seperti biasa, pagi ini mobil Fahrez sudah terparkir rapi dihalaman rumah Amanda. Setelah mengunci mobilnya, lelaki itu berjalan menuju pintu, lalu menekan bell tiga kali sambil mengucap salam.

"Assalamualaikum," ucapnya.

Tak lama terdengar sahutan dari seseorang didalam sana, kemudian pintu terbuka.

"Waalaikumsalam, ehh si aden mau jemput non Manda ya ?" Ucap bi Tiyas salah satu pembantu dirumah Amanda.

Fahrez tersenyum lalu mengangguk.

"Yasudah langsung masuk aja, den." Ucap bi Tiyas.

Fahrez pun masuk kedalam mengekori pembantu rumah tangga itu.

Setelah sampai diruang tamu, bi Tiyas mempersilahkannya duduk.

"Silahkan duduk, den. Saya panggilkan non Mandanya dulu," ucap bi Tiyas.

Fahrez mengangguk, "terimakasih, bi."

Tak lama kemudian setelah itu datanglah Amanda bersama bundanya.

"Fahrez sudah lama menunggu ?" Ucap Dinda.

"Belum kok bunda, baru aja dateng." Ucapnya lalu tersenyum.

"Sudah sarapan ? kalau belum, kamu sarapan dulu gih bareng ayah sama Farel." Ujar Dinda

"Makasih bunda, tapi saya sudah sarapan kok." Ucap Fahrez santun.

"Yaudah kalo gitu kita berangkat sekolah dulu ya, bun." Ucap Amanda lalu mencium tangan Dinda, begitu juga dengan Fahrez.

"Yasudah kalau begitu, hati-hati bawa mobilnya ya, Fahrez. Titip puteri bunda yang manja ini," ucap Dinda seraya tersenyum manis menatap Fahrez.

Amanda memutar bola matanya, "apasih aku tuh gak manja ya, bun." Elak gadis itu.

Dinda terkekeh, "yasudah sana berangkat. Ingat disekolah jangan pacaran terus."

Amanda bersemu merah pipinya, sedangkan Fahrez malah tersenyum kecil.

"Bunda tuh makin ngaco deh, aku sama kak Fahrez tuh gak pacaran. Udah ya kita berangkat dulu," ucap Amanda.

Dinda terkekeh melihat tingkah puterinya yang malu-malu kucing itu. "Itu kode Rez, supaya minta cepet-cepet dijadiin pacar." Ucapnya berbisik ditelinga Fahrez. Namun, dapat didengar yang lain.

Wajah Amanda semakin memerah, "Assalamualaikum." Ucapnya lalu pergi terlebih dahulu, meninggalkan bundanya dan Fahrez.

Lelaki itu tersenyum simpul, melihat tingkah Amanda yang menurutnya menggemaskan itu. Seketika gadis itu bisa menjadi garang dan seketika pula gadis itu bisa menjadi pemalu seperti sekarang ini. Hanya karena godaan bundanya.

My Fireflies!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang