Chapt 31 - Hujan Kenangan

2.5K 112 1
                                        

NP : Winner - Kesaktianmu🎶😂

"Kalau suatu saat aku pergi, aku harap kamu tidak bertindak bodoh seperti dulu dengan menunggu aku kembali."

⚘⚘⚘

Suara bell sudah berbunyi sejak 15 menit yang lalu. Meskipun seharusnya Amanda latihan untuk mengisi acara besok, gadis itu memilih untuk pulang cepat saja. Ralat, lebih tepatnya jalan-jalan dulu sebelum pulang bersama Fahrez. Karena alasannya tidak mengikuti latihan hingga sore hari adalah lelaki itu.

Hari itu Fahrez tidak mengendarai mobil ke sekolah, melainkan ia menggunakan motor sport miliknya. Alhasil saat ini kedua remaja itu sudah duduk diatas motor berdua, ditemani angin yang berhembus seolah menghipnotis keduanya. Kebetulan sekali cuaca siang itu mendung, seolah semesta mendukung kemesraan dan keromantisan keduanya.

Walau yang mereka lakukan hanya mengobrol hal tidak penting dan akhirnya tertawa tidak jelas apa yang ditertawakan. Benar-benar seperti dunia ini milik mereka berdua saja, seolah yang lain hanya ngontrak.

Hingga akhirnya langitpun perlahan mulai meneteskan airnya, mungkin karena iri melihat mereka berdua.

"Gerimis kak, gimana ini ?" Ucap Amanda pada Fahrez.

"Kita cari tempat neduh," ucap lelaki itu.

Amanda mengangguk, meskipun anggukannya itu hanya dapat dilihat Fahrez melalui spion motor saja.

Namun, sepertinya semesta memang benar-benar iri pada mereka. Hujan pun turun dengan deras mengguyur keduanya.

Sebuah senyuman tercetak dibibir Amanda, "kak kita berenti ditaman itu ya, please aku mohon." Ucapnya dengan sangat memohon sambil menunjuk sebuah taman yang berada dipinggir jalan raya tersebut.

"Tapi disana gak ada tempat berteduh," ucap Fahrez.

"Please kak, aku mohon." Ucap gadis itu semakin memohon.

Fahrez menghela nafas pasrah, kemudian ia memarkirkan motornya diarea parkir sekitaran taman itu.

Setelah keduanya turun dari atas motor, dengan segera Fahrez menarik Amanda mencari tempat untuk berteduh.

Gadis itu tersenyum kecil melihat Fahrez yang begitu perhatian padanya. Hingga mereka kini berlarian berdua sambil berpegangan tangan.

Amanda melepaskan tangannya dari genggaman Fahrez dan menjauh sedikit darinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Amanda melepaskan tangannya dari genggaman Fahrez dan menjauh sedikit darinya.

"Kenapa berhenti, hujannya semakin deras, Manda. Aku gak mau kamu sakit," ucap Fahrez cemas.

Amanda tersenyum jahil menatap Fahrez, kemudian melangkah mundur menjauhi Fahrez lalu ia berteriak. "Kakak takut aku sakit ?"

"Stop, Manda. Ini gila, kamu bisa sakit." Ucap Fahrez semakin frustasi.

My Fireflies!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang