"Dia memang tidak pernah menyakiti aku secara fisik. Tapi, dia menyakiti hati ini hingga berulang kali."
⚘⚘⚘
Fahrez memarkirkan motor dihalaman rumahnya, kemudian Amanda turun dan melepas helmnya lalu diberikan pada Fahrez. Gadis itu menjelajahkan matanya mengamati sekitar rumah Fahrez.
Hingga suara seseorang mengejutkannya, "yuk masuk." Ucap lelaki itu.
Amanda mengangguk, lalu berjalan beriringan dengan Fahrez.
Tanpa menunggu seseorang membukakan pintu untuknya, Fahrez langsung saja membuka pintu rumahnya sendiri. Sambil berkata, "assalamualaikum."
Lalu ia mempersilahkan Amanda untuk duduk disofa ruang tamu, "duduk dulu disini ya pacarnya Fahrez, hehe."
Amanda tersenyum, lalu mendudukan dirinya diatas sofa.
"Mahh, mamah ada calon menantu mamah nih dateng." Teriak Fahrez dengan kencangnya.
Amanda membulatkan matanya mendengar Fahrez berkata seperti itu. Dengan segera ia mencubit pinggang lelaki yang sedang berdiri disampingnya itu.
"Jangan cubit-cubitan gitu ah, kayak zaman old aja maennya cubit-cubitan, hehehe." Ucap Fahrez lalu terkekeh.
"Abis kakak ngomongnya gitu," ucap Amanda.
"Kamu gak mau jadi menantunya mamah Farah memangnya ?" Ucap Fahrez.
"Mau, tapi kan-" ucapan Amanda terpotong oleh Fahrez.
"Nah, yaudah kalo mau gak ada masalah kan aku ngomong gitu," ucap Fahrez santai.
Amanda hanya diam tak bergeming, gadis itu menundukan kepalanya. Ia merasa malu sekali, pasti pipinya saat ini sudah merah padam akibat perkataan Fahrez tadi. Tapi, tidak bisa dipungkiri. Kalau saat ini dirinya tengah merasa senang sekali. Yang pertama, karena akan bertemu kembali dengan Farah, dan yang kedua, karena ucapan Fahrez tadi.
Tak lama kemudian Farah datang, ia nampak terkejut melihat Fahrez membawa seorang perempuan ke rumahnya. Karena selama ini tak ada satu orang pun wanita yang pernah Fahrez bawa kerumah, selain saat smp dulu.
"Ada apasih Fahrez teriak-teriak kayak dihutan aja kamu ini," ucap Farah.
Amanda mendongkakan kepalanya mendengar suara Farah.
Sedangkan Fahrez malah terkekeh, "hehehe, ini mah Fahrez bawain calon menantu buat mamah."
Lagi-lagi Amanda mencubit pinggang Fahrez hingga lelaki itu meringis.
Farah nampak sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan puteranya, "memangnya perempuan secantik ini mau sama kamu." Ucap Farah meremehkan, seperti bergurau.
"Coba aja tanya sama orangnya langsung, mah. Mau gak gitu jadi menantunya mamah Farah," ucap Fahrez.
Amanda hanya senyum-senyum saja menanggapi percakapan keduanya.
"Sudah pasti dia mau menjadi menantu mamah. Tapi, kalau anaknya mamah itu bukan kamu." Ucap Farah lalu tertawa. Amanda pun ikut tertawa mendengar lelucon Farah.
"Tapi, sepertinya tante pernah ketemu sama kamu." Ucap Farah sambil memandang Amanda dan nampak sedang mengingat-ngingat sesuatu.
"Di inget-inget terus, mah. Udah inget belum ?" Ucap Fahrez.
"Dia ini mirip dengan-" ucapan Farah terpotong, karena Fahrez mendahuluinya.
"Amanda," ucap Fahrez.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Fireflies!
FanfictionAmanda merupakan gadis berparas cantik dan sempurna dalam segala hal, dengan fasilitas mewah, serta hidup yang sangat berkecukupan. Namun ia memilih untuk hidup sederhana dan menjadi orang biasa saja. Ia adalah gadis yang ceria, hingga saat ia kehil...
