Chapt 33 - Pensi *2(Kekasih kedua)

2.6K 99 4
                                        

"Kita gak bisa maksa orang buat suka sama kita, apalagi maksa dia buat mencintai kita."

⚘⚘⚘

Dengan kasar Fahrez menghempaskan perempuan itu hingga terjatuh kelantai.
"Murahan," ucapnya sambil membersihkan lengannya menggunakan telapak tangan yang satunya.

-🌹🌹🌹-

Perempuan itu bangkit dengan raut wajah kesal. Lalu kedua temannya datang menghampiri.

"Lo gak apa-apa kan, Din ?" Ucap Fira sambil memperhatikan seluruh tubuh Nadine takut ada yang luka.

"Fahrez, lo jahat banget sih sama Nadine." Ucap Beby sambil menatap Fahrez kesal.

Sedangkan lelaki itu hanya acuh saja, begitu juga dengan ketiga sahabatnya yang sudah biasa dengan pemandangan seperti ini dari dulu.

Nadine menatap Fahrez dengan sendu, "apa gak bisa lo kasih gue kesempatan satu hari aja buat jadi pacar lo, Fahrez ?" Ucapnya.

Fahrez hanya diam tak bergeming ditempatnya, membiarkan sang drama queen memerankan perannya.

"Kenapa harus si cupu itu yang jadi pacar lo, kenapa bukan gue ?" Ucap Nadine sedikit meninggi.

Fahrez masih tidak menanggapinya.

"Gue kurang apa, Rez ? Gue bakal lakuin apapun demi lo," ucapnya lagi disertai mata yang mulai berair.

Beby menyenggol lengan Nadine lalu berbisik, "harga diri, Din. Masa lo ngemis-ngemis gini sih."

Nadine tak menghiraukan apa yang dikatakan Beby, ia terus melanjutkan aksinya.

Tidak sedikit yang menonton, karena posisi mereka saat ini sedang berada dilapangan.

"Berhenti mempermalukan diri lo sendiri seperti itu," ucap Arkan datar.

Nadine meliriknya dengan sinis.

"Fahrez  jawab, gue harus gimana supaya lo suka sama gue ?" Ucapnya sambil menatap Fahrez dengan memohon.

"Berhenti dan buang obsesi lo itu!" Ucap Fahrez dingin dan penuh penekanan.

Namun, Nadine semakin gila saja mendengar apa yang dikatakan lelaki itu. "Gue gak mau Fahrez, gue gak mau." Ucapnya, lalu dengan tidak tahu malu memeluk Fahrez begitu erat.

Seseorang dari kejauhan melihat hal itu dengan mata yang berapi-api, serta rasa sakit yang menjalar dihatinya. Dengan segera ia berlari ditemani seorang temannya untuk menghampiri Fahrez dan yang lainnya.

Lagi-lagi dengan kasar Fahrez menghempaskan Nadine. "Berhenti bersikap murahan," bisiknya tepat ditelinga gadis itu.

Namun, dari kejauhan tampak seperti Fahrez sedang mencium pipi Nadine.

Dengan segera perempuan tadi menarik Nadine menjauhi Fahrez. Lalu berkata, "lo siapa berani-beraninya meluk tunangan orang, hah ?" Ucapnya dengan sinis.

"Radea..." ucap Deran dan Andre bersamaan. Menatap gadis itu dengan terkejut.

Dengan marah Nadine hendak menampar Radea, karena ucapannya yang mengaku-ngaku sebagai tunangan Fahrez. Namun, tangannya berhasil dicegah oleh Fahrez sebelum mendarat mulus dipipi Radea.

"Jangan pernah berani lo sentuh dia!" Ucap Fahrez dingin pada Nadine.

Dengan penuh kekesalan, Nadine dan kedua temannya pun pergi tanpa sepatah katapun.

Sedangkan Radea tersenyum kemenangan karena Fahrez membelanya.

"Cewek tadi siapa ?" Ucap Radea lalu menatap Fahrez meminta penjelasan.

My Fireflies!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang