Chapt 39 - Setelah hari itu ?

2.6K 130 24
                                        

"Kamu tidak berhak mengatur hati saya untuk berlabuh kepada siapa. Karna jatuh cinta itu diluar kendali saya."

⚘⚘⚘

Pagi yang cerah untuk memulai aktifitas dengan semangat. Hari ini Amanda sudah berdiri didepan gerbang rumahnya, lengkap dengan seragam dan atribut sekolah seperti biasa. Tak hentinya gadis itu senyum-senyum sendiri bak orang gila saja. Sepertinya suasana hati dan moodnya sudah membaik. Kesedihannya kemarin-kemarin tidak nampak setitik pun dari wajah gadis itu.

Tidak lama sebuah mobil sport hitam berhenti tepat didepannya. Senyumnya semakin mengembang saja. Wajahnya pun semakin berseri-seri, nampak sangat bahagia sekali.

Seorang lelaki turun dari mobil itu dengan wajah sedikit bingung. "Kamu ngapain didepan gerbang begini pibol ?" Ucap Fahrez lalu mencubit kedua pipi Amanda dengan gemas.

Gadis itu meringis namun masih senyum-senyum saja. "Awwhhhh, sakit tau kak."

"Ngapain berdiri disini ?" Ucap Fahrez, ya lelaki itu memang sudah jelas dan pasti Fahrez.

"Nunggu kak Fahrez lah," ucap Amanda lalu menampilkan sederet gigi putihnya.

"Kenapa harus didepan gerbang gini ?" Tanya Fahrez bingung.

Amanda kembali tersenyum, sungguh lucu dan menggemaskan tingkah gadia itu saat ini. "Gak kenapa-kenapa, pengen aja."

Fahrez tersenyum simpul, lalu mengacak rambut Amanda gemas. Sungguh bahagianya Fahrez melihat Amanda bisa tersenyum bahagia seperti saat ini. "Yaudah kita pamit ke bunda sama ayah dulu baru berangkat," ucapnya.

Namun gadis itu menggeleng keras, "gak perlu kak, tadi aku udah pamit kok sama mereka yerus aku juga sekalian pamitin kakak. Hehehehe."

"Yaudah kalo gitu kita berangkat sekarangn," ucap Fahrez sambil tersenyum, lalu membukakan pintu mobil untuk gadisnya itu.

●●●

Tidak butuh waktu lama dalam perjalanan, keduanya sudah sampai pada tujuan. Yaitu sekolah mereka tercinta, SMU Pelita Bangsa.

Keduanya turun dari mobil dan berjalan beriringan selayaknya pasangan pada umumnya.

"Kamu udah sarapan piboll ?" Fahrez menatap sekilas gadis disampingnya.

Amanda menggelengkan kepalanya.

"Oke, kalo gitu kita ke kantin." Ucap Fahrez sambil menggenggam tangan Amanda dan menariknya menuju kantin.

Dengan tak siap Amanda mengikuti Fahrez dengan sedikit tergesa, karena mengimbangi langkah Fahrez yang sedikit berlari.

Sesampainya dikantin, mereka duduk berhadapan.

Suasana kantin pagi itu masih belum terlalu ramai. Hanya ada beberapa saja.

Fahrez memesan 2 piring nasi goreng dan 2 gelas teh hangat. Tidak harus menunggu lama, pesanannya sudah diantar oleh pelayan kantin.

"Makan yang banyak biar gendut," ucap Fahrez.

"Emang aku kurus ya ?" Ucap Amanda.

Fahrez mengangguk lalu tersenyum, "makanya harus makan yang banyak."

Amanda mengangguk, lalu segera menyantap nasi goreng dihadapannya dengan lahap.

Fahrez sendiri tidak makan, ia hanya memperhatikan gadisnya saja sedari tadi sambil senyum-senyum tak jelas. Lalu sesekali ia meminum teh hangatnya saja.

Amanda menatap Fahrez sekilas, "kenapa kakak gak makan ?"

Fahrez menggeleng, "aku udah sarapan tadi dirumah. Ini dua-duanya sengaja aku pesen buat kamu. Hehehe," ucapnya lalu terkekeh.

My Fireflies!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang