NP : Last Child - Lagu terakhir untukmu🎶🎧
"Gimana caranya gue bisa move on kalau cewek dimasa lalu gue itu, Amanda."
⚘⚘⚘
Sudah 20 menit berlalu Fahrez meninggalkan kantin. Namun lelaki itu tak kunjung kembali.
"Si Fahrez kemana sih, lama banget gak balik-balik." Gerutu Andre kesal.
"Nanti juga dia balik," ucap Arkan lalu meminum lemon tea nya.
-Flashback on-
Hanna menghampiri meja Fahrez dan ketiga sahabatnya seperti biasa.
"Kak Fahrez ini aku bawain sandwich buat kakak sama susu kotak rasa coklat," ucap Hanna lalu tersenyum.
Deran bergeleng kepala lalu tersenyum miring, "lo gak ada kapoknya ya, Na. Setelah apa yang Nadine lakuin krmaren karena lo deketin Fahrez."
"Yaellah, biarin aja sih suka-suka dia kenapa lo yang sewot. Cemburu lo ?" Ucap Andre lalu tersenyum remeh menatap Deran.
Lelaki itu hanya melirik Andre sinis.
"Taro aja dimeja, Na." Ucap Arkan.
Fahrez mendongkak menatap Hanna lalu tersenyum, membuat gadis itu membeku ditempatnya.
Ketiga sahabatnya itu tercengang melihat Fahrez tersenyum semanis itu kepada Hanna.
"Amanda mana ? Kenapa gak ikut lo kesini ?" Ucap Fahrez yang masih menatap Hanna.
"Aa..aada dikelas kak," jawab Hanna gugup.
"Dia nitip makanan lagi sama lo ?" Tanya Fahrez.
Hanna hanya mengganggukan kepalanya.
Ketiga sahabat Fahrez hanya menatap bingung.
Fahrez tersenyum simpul ke arah Hanna, lalu bangkit dari duduknya. "Lo duduk jangan kemana-mana, gue pergi sebentar."
"Dan lo bertiga," tunjuk Fahrez kepada ketiga sahabatnya. "Jagain dia, jangan sampe lecet," lanjutnya lalu pergi meninggalkan kantin.
-Flashback off-
"Tuh, doi dateng." Ucap Deran sambil menunjuk ke arah Fahrez.
Arkan, Andre, dan Hanna menoleh mengikuti arah yang ditunjuk Deran. Andre dan Hanna membulatkan matanya, sedangkan Arkan hanya menatap dengan wajah datar saja.
Fahrez melihat hanya ada satu kursi kosong yang tersisa disana, lalu ia mengambil kursi ditempat lain. "Duduk!" Ucapnya, terdengar seperti memerintah sambil menatap Amanda.
Sedangkan gadis itu malah memandang Fahrez tajam.
Fahrez menaikkan sebelah alisnya, lalu mendudukan Amanda dikursi itu secara paksa. Setelahnya lelaki itu pergi lagi, sungguh Fahrez tidak dapat ditebak. Apa maksud dari tingkahnya ini.
Tak lama kemudian lelaki itu kembali, lalu duduk disebelah Amanda.
"Sini kotak bekal sama susunya," ucap Fahrez sambil menatap Hanna lalu tersenyum.
Dengan ragu dan gugup, Hanna memberikan kotak bekal itu kepada Fahrez. "Iii... ini kak," ucapnya.
Fahrez membuka kotak bekal itu, lalu memakan isinya dengan lahap. Hal itu membuat Hanna, Amanda dan ketiga sahabatnya melongo tak percaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Fireflies!
FanfictionAmanda merupakan gadis berparas cantik dan sempurna dalam segala hal, dengan fasilitas mewah, serta hidup yang sangat berkecukupan. Namun ia memilih untuk hidup sederhana dan menjadi orang biasa saja. Ia adalah gadis yang ceria, hingga saat ia kehil...
