Chapter 7 - Kehebohan Pelita Bangsa

3.9K 159 0
                                        

Now Playing : Dj Khaled feat. Justin Bieber - I'm the one 🎶🎧

"Sahabat itu adalah ia yang maju paling depan untuk membela saat sahabatnya tak berdaya."

⚘⚘⚘

Pagi ini Amanda sudah mengenakan seragamnya dengan rapi, lalu ia mengenakan sepatu putih kesayangannya itu. Ia meraih ranselnya dan menyandarkan dibahu sebelah kanannya. Amanda tidak ingin telat lagi seperti kemarin, karena itu sangat merugikan dirinya. Sebelum turun dari kamarnya ia menatap dirinya sekilas didepan cermin yang ada dimeja rias dikamarnya itu. Merasa sudah lengkap, ia beranjak menuruni anak tangga menuju meja makan.

"Pagi Bunda," sapa Amanda sesampainya dimeja makan.

"Pagi sayang," balas Dinda lalu tersenyum kepada puteri cantiknya itu.

Amanda duduk lalu mengambil sehelai roti dan mengoleskan selai coklat diatasnya. Gadis itu belum melihat Ayah dan abangnya duduk dimeja makan.

"Bun, ayah sama abang mana ?" Tanya Amanda sambil menatap Dinda.

"Masih diatas, sebentar lagi juga kel-" ucap Dinda terpotong suara berat milik suaminya itu.

"Pagi princess," sapa Hadi kepada Amanda, seraya duduk disamping puterinya itu.

"Ehh, pagi juga yah." Ucap Amanda lalu tersenyum menatap Hadi.

Lalu tak lama Farel datang dan duduk berhadapan dengan Amanda.

"Baru diomongin udah dateng," ucap Dinda lalu tersenyum.

"Hahaha, berarti ayah sama abang panjang umurnya bun." Ucap Amanda setelah tertawa.

"Amiiinnn," ucap Hadi dan Farel serempak.

"Kompak ya Ayah sama Abang. Hehe," ucap  Dinda lalu terkekeh.

Kemudian mereka pun menyelesaikan sarapannya. Setelah selesai, seperti biasanya mereka berangkat terpisah sesuai tujuan masing-masing.

-🌹🌹🌹-

Amanda telah sampai didepan gerbang Pelita Bangsa tepat waktu seperti biasanya. Ia tak lupa menyapa mang Ujang satpam sekolah, karena itu sudah menjadi kebiasaannya sejak kelas 10.

Amanda menyusuri koridor sekolah yang masih nampak sepi karena waktu baru menunjukan 06.30 pagi. Itu artinya masih ada 30 menit sebelum bel masuk, wajar sekolah belum terlalu ramai. Amanda pun memasuki kelasnya, lalu duduk dibangkunya. Belum nampak Hanna disana, hanya ada beberapa murid nerd saja yang sudah duduk manis sambil membaca buku-buku tebal.

Amanda pun memutuskan untuk membaca novel yang dibawa dalam ranselnya seperti biasa, sambil mendengarkan lagu yang ia putar melalui earphonenya.

Setelah 15 menit berlalu, ada seseorang berpakaian aneh menghampirinya lalu ia duduk disamping Amanda. Ya jelas itu Hanna, dasar Amanda.

Amanda memicingkan matanya menatap Hanna dengan tatapan bingung dan penuh tanya.

"Kamu Hanna kan ?" Tanya Amanda sambil menatap intens ke arah Hanna.

Hanna hanya mengangguk. Lalu membuka sweater biru dongker yang iya pakai.

"Kamu kenapa tiba-tiba pake sweater gini ke sekolah ? gak biasanya. Terus kenapa pake masker juga lagi ? Kamu sakit Na ?" Tanya Amanda harap-harap cemas.

My Fireflies!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang