Chapt 35 - Dia ?

2.6K 90 0
                                        

"Logika ini meminta untuk menyerah, tetapi hati ini mencoba untuk terus melangkah."

⚘⚘⚘

Amanda baru saja keluar dari mobil Fahrez, lalu berjalan hendak menuju kelasnya dengan Fahrez yang mengekorinya dari belakang.

Amanda menghentikan langkahnya lalu berbalik menghadap Fahrez. Dengan refleks Fahrez pun melakukan hal yang sama.

Fahrez menaikkan sebelah alisnya, "kenapa ?"

Amanda menatap Fahrez lekat-lekat lalu balik bertanya, "kenapa kakak ikutin aku ?"

Fahrez menautkan kedua alisnya, "mau nganter kamu ke kelas. Biasanya kamu gak pernah nanya," ucapnya lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Kalau mau nganter ke kelas itu begini," Amanda menggandeng lengan Fahrez. "Jangan jalan dibelakang kayak tadi, kakak tuh kayak bodyguard aku jadinya kalau begitu." Amanda tersenyum meledek.

"Biar aja aku jadi bodyguard kamu biar gak ada cowok lain yang berani ngelirik kamu," ucap Fahrez.

Amanda terkekeh, "mending sih kalau dikiranya bodyguard, kalo dikira supir aku gimana ?" Ucapnya lalu tertawa pelan.

Fahrez mencubit kedua pipi Amanda dengan gemas, lalu keduanya berjalan beriringan sambil sesekali bergurau.

Sampai ketika seseorang menghentikan langkah keduanya. Ralat, lebih tepatnya tiga orang.

Gadis itu tersenyum sinis melirik Amanda, lalu ia beralih menatap Fahrez dengan manja. "Beibz, kenapa sih kamu betah banget deket-deket sama cewek ganjen ini."

Amanda hanya acuh mendengar ucapan Nadine, ia tetap tenang disamping Fahrez sambil menatap Nadine.

Fahrez juga tidak mengindahkan perkataan Nadine, lelaki itu seperti biasanya bersikap dingin pada Nadine.

Ya gadis yang menghadang Amanda dan Fahrez adalah Nadine bersama kedua temannya yaitu Beby dan Fira.

Nadine mendekatkan dirinya pada Fahrez, lalu ia memainkan dasi yang dikenakan lelaki itu sambil berkata. "Selama sikap lo masih seperti ini sama gue, jangan harap cewek disamping lo ini bakal AMAN." Nadine tersenyum penuh arti menatap Fahrez lalu melirik Amanda sekilas.

Amanda mendengar jelas apa yang dikatakan Nadine. Namun hal itu sama sekali tak membuatnya takut. Amanda tersenyum miring, "yaudah yuk sayang, kita kelas. Sebentar lagi bell masuk."

Fahrez meneguk salivanya kasar, ia menatap Amanda tak percaya. Pasalnya ini kali pertama Amanda memanggilnya dengan sebutan 'sayang'. Wajah Fahrez terlihat sumringah sekali saat ini, lalu ia mengangguk dan tersenyum pada Amanda.

"Permisi, kakak-kakak yang cantik. Ancaman kalian sungguh menakutkan." Ucap Amanda sambil menunjukkan raut wajah yang dibuat seolah takut. Lalu ia menarik Fahrez pergi dari tempat itu.

Nadine dan kedua temannya sungguh kesal sekali.

"Kalian lihat kan tingkah cewek cupu itu," ucap Nadine dengan penuh emosi.

"Kita harus kasih dia pelajaran Nad," ucap Fira yang sama kesalnya.

"Iya bener tuh, lo harus bikin dia keluar dari sekolah ini gimanapun caranya Din. Kalo gak dia bakal ngerebut eksistensi lo sebagai Queen disekolah ini." Ucap Beby lalu diangguki oleh Fira.

Nadine menatap kepergian Amanda dan Fahrez dengan amarah yang terpendam.

-🌹🌹🌹-

Setelah upacara selesai, seluruh siswa-siswi SMU Pelita Bangsa kembali ke kelasnya masing-masing. Begitu juga siswa dan siswi kelas XII IPA-1, yang kini sedang rusuh karena kedatangan siswi baru. Mereka tak habis pikir kenapa banyak siswi pindahan kelas XII diakhir ajaran ini. Padahal tidak lama lagi pun mereka akan mengadakan Ujian Nasional.

My Fireflies!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang