"Meski bibir ini berkata sudah melepaskanmu, tapi hati ini tak pernah benar-benar rela melepasmu."
⚘⚘⚘
Malam ini Amanda sangat terlihat elegan dengan gaun hitam panjang tanpa lengan yang dikenakannya saat ini. Disertai riasan make up yang tidak terlalu berlebihan, dan juga tatanan rambutnya yang tergerai dibuat seperti princess difilm-film barbie yang sering ia tonton. Amanda berkali-kali mengerjapkan mata saat menatap bayangan dirinya didepan cermin. Gadis itu memandang bayangan dirinya takjub, ia sungguh tidak percaya bahwa yang ada dipantulan cermin itu dirinya.
"Anda cantik sekali nona, padahal saya hanya memberikan sedikit sentuhan make up saja diwajah anda." Ucap wanita yang telah selesai mendandani Amanda itu.
Amanda tersadar dari lamunannya, "ahh mbak ini bisa aja. Aku rasa tangan mbak sangat ajaib, bisa mengubah aku menjadi princess seperti ini hehehe." Ucapnya lalu terkekeh.
Wanita itu tersenyum, "tidak nona, anda memang sudah cantik walaupun tanpa make up. Jadi dipoles sedikit saja sudah membuat anda semakin cantik," ucapnya jujur.
"Apa bunda sering datang ke salon mbak ?" Ucap Amanda sambil memandang wanita itu.
Wanita yang dipanggil mbak oleh Amanda itu mengangguk lalu tersenyum, "bu Dinda itu sudah menjadi pelanggan VVIP salon kami."
Amanda mengguk paham, "oh iya, nama mbak siapa ?"
"Nama saya Fuji," ucapnya lalu tersenyum.
Amanda balas tersenyum, "saya Amanda. Panggil saja Manda, jangan panggil nona."
Fuji mengangguk lalu tersenyum, "baiklah Amanda, saya harap setelah ini kamu akan sering mampir ke salon saya bersama bunda mu."
Amanda terkekeh, "aku gak terlalu suka tempat seperti itu mbak."
"Mungkin nanti kamu akan suka, kamu sangat menggemaskan sekali Amanda." Ucapnya lalu tersenyum.
"Terimakasih mbak Fuji, aku ngerasa ini bukan aku." Ucapnya sambil menatap dirinya dicermin dengan tak percaya.
Fuji adalah orang yang dipanggil Dinda dengan sengaja untuk mendandani Amanda malam ini. Wanita itu tidak muda dan tidak terlalu tua, dan sudah berkepala tiga. Maka dari itu sedari tadi Amanda memanggilnya mbak.
"Gak perlu bilang makasih, memang ini pekerjaan saya Amanda. Sepertinya pekerjaan saya sudah selesai, saya permisi dulu ya." Ucapnya sambil tersenyum, lalu berbalik hendak melangkah pergi meninggalkan kamar Amanda. Namun saat ia hendak membuka pintu, pintu itu sudah terlebih dahulu terbuka dan menampilkan sosok pria tampan dibaliknya.
"Ehhh, maaf mbak udah bikin kaget," ucap Farel yang berada dibalik pintu itu.
Mbak Fuji tertawa kecil, "gak papa, kamu ini putera sulungnya bu Dinda ?" Tanyanya sambil menatap Farel.
Lelaki itu mengangguk, "Amanda udah selesai dandan nya kan mbak ?"
Fuji mengangguk lalu tersenyum, "dia seperti princess dan kamu seperti prince nya, hehe." Ucapnya lalu terkekeh.
Farel tersenyum membalas pernyataan mbak Fuji.
"Kalo gitu saya permisi dulu," ucapnya sambil tersenyum.
Farel mengangguk dan balas tersenyum pada mbak Fuji.
Kini tinggalah Farel melanjurkan tugasnya untuk membawa Amanda turun, lalu ia menghampiri gadis itu.
Farel menatap Amanda takjub, lelaki itu susah payah meneguk salivanya. Amanda benar-benar istimewa malam ini, mungkin jika gadis itu bukan adik kandungnya, Farel sudah akan mengklaimnya sebagai calon ibu dari anak-anaknya kelak.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Fireflies!
Fiksi PenggemarAmanda merupakan gadis berparas cantik dan sempurna dalam segala hal, dengan fasilitas mewah, serta hidup yang sangat berkecukupan. Namun ia memilih untuk hidup sederhana dan menjadi orang biasa saja. Ia adalah gadis yang ceria, hingga saat ia kehil...
