Amanda merupakan gadis berparas cantik dan sempurna dalam segala hal, dengan fasilitas mewah, serta hidup yang sangat berkecukupan. Namun ia memilih untuk hidup sederhana dan menjadi orang biasa saja. Ia adalah gadis yang ceria, hingga saat ia kehil...
"Mencintai itu tidak harus berhasrat untuk memiliki. Cukup dengan menjaga dan membuatnya tersenyum itu sudah menyenangkan hati."
⚘⚘⚘
Sore ini kafe rainbow tidak terlalu ramai pengunjung. Sehingga Amanda tidak harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk melayani pengunjung dan mengantar pesanan. Sejak pulang sekolah tadi Amanda tidak langsung pulang ke rumah seperti biasanya. Melainkan gadis itu harus menggantikan Hanna menjadi pelayan kafe tersebut.Bukan karena Hanna memintanya, tapi sebaliknya. Amanda lah yang meminta kepada Hanna untuk menggantikan Hanna bekerja pada hari ini dan menyuruhnya untuk pergi bersama Deran.
Sebagai sahabat, Amanda memang ingin sekali membantu Hanna dari sejak dulu. Namun, Hanna sendiri selalu menolak bantuannya dengan alasan ia tidak ingin dikasihani. Tapi, akhirnya hari ini ia dapat merasakan bagaimana Hanna bekerja keras banting tulang untuk ibu dan biaya hidupnya sehari-hari. Amanda sungguh tidak membayangkan, bagaimana bila hal itu terjadi pada dirinya. Ia benar-benar harus bersyukur atas segala sesuatu yang telah Tuhan berikan padanya.
Meskipun ada kendala sedikit saat Hanna meminta izin kepada sang pemilik kafe. Agar hari ini pekerjaannya digantikan dahulu oleh Amanda. Namun, sang pemilik kafe tersebut sempat menolaknya. Dengan susah payah Amanda membujuk pemilik kafe tersebut sampai akhirnya berhasil.
Karena pulang sekolah tadi Amanda tidak diantar Fahrez. Jadi, hal itu mempermudah langkahnya untuk membantu Hanna. Gadis itu merasa senang sekali dapat membantu Hanna. Mungkin dengan cara seperti inilah ia dapat menjadi seorang sahabat yang lebih berguna untuk Hanna.
"Permisi, mas." Ucap Amanda kepada pengunjung kafe.
Laki-laki yang disapa itu menoleh ke sumber suara.
"Ini pesanannya," ucap Amanda lalu menaruh segelas mochachino late dan sepiring kentang goreng. "Selamat menik-" ucapnya terpotong saat laki-laki itu memanggil namanya.
"Amanda..." ucap laki-laki itu disertai dengan ekspresi senang diwajahnya.
Amanda menatap laki-laki itu dengan penuh selidik. Namun, ia belum mengeluarkan satu kata pun.
"Panji," laki-laki itu tersenyum ke arah Amanda.
"Panji ?" Gumam Aamnda sambil mengingat-ingat nama Panji. 'Mana mungkin ini kak Panji, dia kan lagi di Perancis' ia bermonolog dalam hati.
Laki-laki itu tersenyum sambil bergeleng-geleng kepala, "Panji Adnan Saputra." Ucapnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Panji Adnan Saputra ***
Amanda mendongkak terkejut dan langsung menatap laki-laki itu lekat-lekat. "Kak Panji," ucapnya senang sekali.