NP : Last child feat. Gisell - Seluruh Nafas ini 🎶🎧
"Aku percaya takdir, karena nya hari ini aku bersama dengan mu kembali."
⚘⚘⚘
Mobil Fahrez memasuki sebuah perumahan elite bernuansa Real Estate. Kurang lebih hanya ada 15 rumah yang nampak disana. Ia tidak menyangka Amanda tinggal di perumahan semewah ini. Semua bangunan disini nampak sangat mewah dan elegan. Tidak ada satu pun kendaraan umum yang melintas. Suasana paginya pun nampak sangat sejuk. Banyak pepohonan rindang sepanjang jalan yang memperindah dan menimbulkan kesan asri.
Saat mobil Fahrez hendak memasuki perumahan ini tadi, ia sempat dihadang oleh beberapa security. Nampaknya hanya orang-orang tertentu saja yang bisa masuk kemari. Pastinya mereka yang tinggal disini karena memiliki kartu akses masuk. Fahrez sempat tidak izinkan masuk tadi, karena tidak memiliki kartu akses menuju kesana. Tapi, untung saja Dewi fortuna berpihak kepadanya. Salah satu dari security itu mengingatnya saat kemarin ia mengantar Amanda pulang.
Baru saja menghadapi banyak security tadi, sekarang ia dihadapkan lagi dengan dua security yang menjaga gerbang depan rumah Amanda. Tapi, untungnya mereka tidak seperti security didepan tadi. 'Syukurlah,' ucap Fahrez dalam hati.
Pagi ini Fahrez sudah berada dipelataran rumah Amanda, padahal jam ditangannya baru menunjukkan pukul 06.15 pagi. Sesuai ucapannya kemarin, lelaki itu akan menjemput Amanda hari ini dan berangkat sekolah bersama. Setelah keluar dari mobilnya, Fahrez berjalan santai menuju pintu sambil mengamati sekitar. Ia nampak sedikit tercengang melihat bangunan rumah dan sekitarnya. Ternyata benar-benar sangat mewah meskipun baru tampak dari luar. Kemarin dirinya memang tidak begitu memperhatikan, karena fokusnya hanya pada Amanda saja.
Ting tong! Ting tong!
Fahrez memijit bell 2 kali, lalu terdengar suara pintu terbuka.
Ceklek!
Muncul lah seorang wanita paruh baya yang membukakan pintu.
"Maaf cari siapa ya, den ?" Ucap bi Inah, salah satu pembantu dirumah Amanda. Hanya salah satu dari sekian banyaknya pembantu dan asisten rumah tangga yang bekerja dirumah itu. Belum lagi pegawai-pegawai lainnya. Bahkan, namanya tidak dapat disebutkan satu-persatu.
"Amanda, bi." Ucap Fahrez lalu tersenyum.
"Oh aden ini temannya non, Manda. Maaf bibi baru tahu, hehe." Ucap bi Inah lalu terkekeh, sebelum melanjutkan ucapannya. "Soalnya non Manda itu gak pernah bawa teman ke rumah. Mari masuk den," lanjutnya lalu mempersilahkan Fahrez masuk.
Lelaki itu mengangguk, kemudian mengekori bi Inah dari belakang.
"Silahkan duduk dulu den, bibi panggilkan non Manda nya dulu." Ucap bi Inah sopan mempersilahkan Fahrez duduk disofa ruang tamu, kemudian berlalu.
Kemarin saat mengantar Amanda pulang, Fahrez memang tidak sempat mampir karena mendapat telpon dari Radea agar segera pulang.
"YA AMPUN FAHREZA." Ucap Dinda histeris saat mengetahui yang duduk disofa tamu itu adalah Fahrez.
Dinda diberitahu bi Inah bahwa ada teman Amanda yang datang dengan menggunakan seragam sekolah sama seperti nonanya itu. Ia bertemu bi Inah ditangga, saat bi Inah hendak menuju kamar Amanda dan Dinda hendak turun dari kamarnya menuju meja makan.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Fireflies!
FanfictionAmanda merupakan gadis berparas cantik dan sempurna dalam segala hal, dengan fasilitas mewah, serta hidup yang sangat berkecukupan. Namun ia memilih untuk hidup sederhana dan menjadi orang biasa saja. Ia adalah gadis yang ceria, hingga saat ia kehil...
