Amanda merupakan gadis berparas cantik dan sempurna dalam segala hal, dengan fasilitas mewah, serta hidup yang sangat berkecukupan. Namun ia memilih untuk hidup sederhana dan menjadi orang biasa saja. Ia adalah gadis yang ceria, hingga saat ia kehil...
"Rindu ini hebat, datang begitu cepat dan pergi begitu lambat."
⚘⚘⚘
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Amanda terus menatap layar ponselnya sambil senyum-senyum sendiri. Hingga tak sadar, sedari tadi Dinda tengah memperhatikan dirinya.
Wanita paruh baya itu menghampiri puterinya yang sedang tengkurap diatas kasurnya. Lalu menepuk bahu gadis itu pelan.
Amanda sontak menoleh karena terkejut, "ehhh bunda." Ucaonya lalu terkekeh, "ngagetin tahu, bun. Masuk gak bilang-bilang."
Dinda menautkan kedua alisnya sambil menatap Amanda, "kamu aja yang gak denger. Padahal, daritadi bunda udah ngetuk pintu sambil teriak-teriak manggil nama kamu."
Amanda terkekeh, "masa sih, bun. Tapi, kok Manda gak denger ya ?" Ucapnya sambil menatap sang bunda.
Dinda menggeleng-gelengkan kepalanya, "ya iyalah gak denger. Orang kamu lagi asyik sama dunia kamu sendiri." Ucapnya lalu memutar bola matanya.
Amanda menampilkan sederet gigi putihnya, "bunda kayak gak pernah muda aja." Ucapnya lalu menidurkan kepalanya diatas pangkuan Dinda.
Wanita paruh baya itu mengusap rambut Amanda lembut, "bunda perhatiin daritadi kayaknya ada yang lagi bahagia nih. Coba dong cerita-cerita, kan bunda kepo."
"Gapapa kok, bun. Cuma lagi seneng aja," ucap Amanda dengan senyum mengembang diwajahnya.
"Coba bunda tebak, pasti karena Fahrez kan ?" Ucap Dinda lalu tersenyum mengejek menatap Amanda.
Gadis itu mengangguk masih dengan senyum yang menghiasi wajahnya. "Tadi siang kak Fahrez ngajak aku ke sebuah padang mawar yang baguuuuuusssssss dan indaaaaahhhhh bangeeeeeetttttt." Ucap Amanda penuh antusias.
Gadis itu mengangguk lagi, "ehhh." Ucapnya keceplosan yang emudian merutuki kebodohannya itu. Sekarang pasti bundanya akan tahu kalau tadi siang, ia bolos sekolah bersama Fahrez. Tamatlah sudah riwayatnya, bundanya pasti akan marah besar.
Sebenarnya Dinda sudah tahu bahwa hari ini Amanda tidak masuk sekolah bersama Fahrez. Karena sebelum berangkat, Fahrez telah meminta izin padanya dan juga pada Hadi untuk mengajak Amanda pergi jalan-jalan dan absen disekolah hari ini. Dinda dan Hadi mengizinkan, pikirnya Amanda memang butuh refreshing. Pasalnya selama ini Amanda selalu malas jika diajak pergi liburan atau sekedar belanja ke mall. Gadis itu lebih memilih belajar atau membaca novel dikamarnya. Memang sikapnya agak aneh semenjak 3 tahun ke belakang ini. Dinda berharap setelah Fahrez kembali, Amandanya pun ikut kembali.