extra part IV

3.1K 110 15
                                        

Ify sedari tadi hanya mondar-mandir dihadapan tv. Ia sedang menonton tv saat ini, atau bisa dibilang Tv yang menontonnya.

Ia benar-benar bosan, ditambah lagi sang suami sama sekali tidak memperbolehkan Ify untuk keluar rumah atau sekedar berjalan-jalan.

Sekilas matanya menatap kearah tv yang sedang menampilkan acara makan enak. Ah, Ify jadi lapar.

"Pengen ayam bakar," gumam Ify. Ia menekan nomor Rio diatas ponsel nya.

Tuuutt...tuuuutt...

Ify kembali duduk di sofa setelah suara Rio diseberang sana terdengar.

"Halo sayang,"

"Kak, lagi sibuk nggak?"

"Sibuk sih, tapi kalo kamu pengen sesuatu aku usahain buat beliin kamu. Kamu mau apa, hm?"

"Uhm, Ify pengen ayam bakar kak."

"Hmmm, yaudah. Nanti aku suruh Dodi beliin ayam bakar trus anter kerum--"

"Ify mau nya kakak yang anter!" Rengek Ify, ia harap cara itu akan berhasil, lagi.

"Yaudah, yaudah. Aku tutu--"

"Eh, kak. Ayam nya yang janda ya, jangan yang berstatus istri, kasian suaminya. Kakak tega?"

Rio menghela nafas nya dari seberang sana.

"emang ada ayam bakar yang janda, Fy? Jangan aneh-aneh deh,"

Ify mengerucutkan bibirnya sebal,
"Ugh, yaudah kalo emang nggak mau beliin itu bilang! Nggak usah marah-marah!"

Tuut..

Ify mematikan telfon nya secara sepihak. Ia sudah terlanjur kesal.

"Kita makan yang lain aja ya, sayang?" Ucap Ify sambil mengusap perutnya yang sudah mulai membuncit, mengingat usia kandungan nya sudah menginjak 4 bulan.


OoO

Rio mengusap rambutnya gusar, ia sedikit kesal karena Ify mematikan ponselnya secara sepihak tadi. Bahkan Ify mengabaikan panggilan Rio sesudahnya.

Rio mengambil kunci mobil nya lalu bergegas untuk pulang kerumah, setelah Dodi membelikan ayam bakar tadi.

OoO

Cklek.

Rio tersenyum melihat sang istri sedang memasak sesuatu dengan fokusnya, sehingga tak menyadari kepulangan suami tertampan nya ini.

"Hei, sayang."

Rio memeluk Ify dari belakang, dan meletakkan dagu nya dibahu Ify.

Ify diam, ia tak mengeluarkan kata-kata apapun.

Ia sibuk mengaduk-aduk ikan yang sedang ia goreng.

"Kamu wangi banget, Fy." Rio mencium leher Ify lalu membalikkan tubuh Ify secara tiba-tiba.

Rio mengangkat dagu Ify agar mau menatapnya. Ia tahu istrinya ini sedang sedih.

"Aku bawa ayam bakar nya, janda. Sebenarnya udah mau nikah lagi, tapi aku batalin."
Ucap Rio sambil mencium kening sang istri dengan lembut.

Ify terkekeh pelan, ia memukul dada bidang Rio dengan kesal.

"Kakak jahat," gumam Ify menenggelamkan wajahnya di dada Rio.

I Need Your L❤veCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang