Part 7

15.9K 569 15
                                        

            Sesampainya di rumah mereka disambut oleh orangtua Aurel lalu makan malam bersama di rumah seraya ngobrol-ngobrol, tadinya mama aurel ingin mengajak Dev untuk makan malam diluar ia mengutarakan niatnya itu waktu Dev telfon tadi siang.

         Tapi justru Dev meminta bagaimana kalo makan di rumah saja katanya ia juga kangen dengan masakan mama Aurel dan yang bersangkutan tak keberatan malah  menurutnya itu ide bagus.

          Makan malam bersama baru saja saja selesai, bahkan sudah berpindah ke ruang belakang Dev dan papa Aurel tengah asyik bermain catur diiringi lagu-lagu kenangan jaman papanya muda dulu, walopun baru bertemu hari ini keduanya sudah akrab.

        Tak lama Aurel yang baru saja selesai membantu mamanya di dapur berjalan kearah keduanya lalu duduk disebelah Dev.

         "Papa mau kopi?" suara Ranti sudah berada dibelakang sofa.

        "boleh mah"

        "Dev mau juga??"

        "Dev kalo malem minumnya susu mah" sahut Aurel, Dev menoleh lalu tersenyum ia senang dengan jawaban Senjanya.

        "waah hidup sehat kamu Dev"  puji Andri.

     Mama pun kembali ke dapur untuk bikin kopi dan susu, Aurel ditempatnya saat ini sedang memandangi dua pria penting dalam hidupnya saat ini, betapa ia mencintai keduanya, tak lama mama kembali dengaan membawa nampan berisi dua cangkir, mereka bercengkrama santai di ruang belakang, malam yang sempurna bagi Aurel bersama orang-orang yang ia cintai.

       "makasih ya Dev.. buat hari ini dan hari-hari sebelumnya.. aku bahagia bgt"  ucap Aurel saat mengantar Dev di halaman depan.

        Ia menatap sepasang mata pria didepannya dengan teduh, sekali lagi Dev bisa merasakan kehangatan di mata indah itu, mata yang membuat Dev jatuh hati untuk kesekian kalinya.

        Hening ketika sepasang mata itu beradu,, menenggelamkan keduanya ke dalam sebuah ruang yang begitu nyaman. Satu detik terasa begitu lama bolehkah jika keduanya ingin waktu berhenti agar kenyamanan ini abadi.

        Dev menarik tubuh Aurel kedalam pelukannya semakin erat tangannya mendekap gadis pujaannya ada rasa pilu yang tak tersampaikan ia hanya   ingin Aurel tau bahwa ia sangat mencintai gadis itu, gadis bermata jernih yang ingin ia cintai selamanya,, jika boleh !! Biarlah Ia menyimpan segala gejolak didadanya lalu memejamkan mata.

       dan Dada bidang Dev masih menjadi tempat ternyaman bagi Aurel, ia memejamkan matanya mendengar setiap detak dan getaran didada Dev, ia nyaman berada di posisi seperti ini ia merasa hatinya benar-benar di jaga oleh pria jangkung penuh ketenangan ini.

     Sebelum akhirnya ia merasakan Dev menarik nafas panjang lalu melepaskan pelukan itu, mata itu kembali menatapnya entah Aurel seperti menemukan kegelisahan di dalam sana.

      "apapun yang terjadi nanti, kamu harus percaya aku sayang kamu Senja"

       Sepertinya Dev tak ingin mendengar apapun jawaban Aurel karna ia langsung mencium lembut kening Aurel, lalu pamit untuk pulang.
     
        Setengah jam kemudian Dev sudah sampai di rumah, memarkir motor kesayangannya  di garasi samping, Nenek menyambutnya membuka pintu samping memberitahukan bahwa tadi keluarga Bogor telfon menanyakannya, karena ponsel Dev tak bisa dihubungi.

         "iya Nek.. ntar aku telpon mama, hp aku batrainya abis gak bawa powerbank"  jawab Dev seraya mencopot sepatu.

       "emangnya kamu darimana?"

SENJATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang