"Kalian udah lihat Lion kemarin?" Tanya Dea.
"Kita be..... " ucapan Rayhand terhenti. Vanila menginjak kaki Rayhand dengan keras. "Awh, sakit Van"
"Udah kok udah De, Ray nya aja nih yang ngawur" dusta Vanila. Rayhand tidak terima mendapat perlakuan seperti itu.
"Apaan sih lo, kita kan emang be-- awhh" lagi-lagi Vanila menginjak kaki Rayhand. Vanila memberi kode morse pada Rayhand
"Udah sih, ngawur mulu lu jadi orang" ucap Vanila. Vanila tersenyum kearah Dea.
"Jadi kalian udah kerumah Lion?" Tanya Dea.
"Udah" dusta Vanila.
"Terus kata Lion apa?" Tanya Dea.
"Katanya Lionnya pergi jadi enggak bisa dateng" dusta Vanila lagi.
"Kenapa? Terus Lionnya pergi kemana?" Tanya Dea.
"Enggak tau" jawab Vanila.
"Yahh.... Aku udah berharap banget ketemu sama Lion" kecewa Dea.
"Mungkin lain waktu" ucap Vanila berusaha menghibur(padahal aslinya mah berharap LION GAK PERNAH ADA)
"Cowok yang aku temui kemarin siapa namanya?" Tanya Dea.
"Engg, namanya...." Vanila tersendat-sendat.
"Yoi guysss, saya mendapatkan reward dari Mobile Legends! Kesempatan emas! Patut di screencoot dan di uploud ke medsos nih!" teriak Rayhand. Vanila memutar bola mata jengkel, namun Rayhand berhasil menyelamatkan suasana.
"Apaan sih lo Ray!" pekik Dea marah.
"Mobile Legends mulu lu Ray" ucap Vanila.
"Bodo amat weee, gue uploud ke medsos yang mana yah" ucap Rayhand sambil menscrool layar handphonenya.
"Terlalu disihir engkau ama Mobile Legends" ucap Dea.
"Ahah, ke instagram gue, terus, terus gue pasang di instastory, jadiin foto WA" ucap Rayhand dengan semangat empat lima.
"Cottt lah engkau!" maki Vanila. Dea tertawa cengegesan. "Apa lo cengegesan bae?"
"Mabar kuy ama gue" ucap Rayhand pada siapa, mungkin ama temannya.
"Gila lu!" maki Vanila.
"Ray, kamu kenapa sih?" Tanya Dea.
"Dia kan udah disihir ama empunya Mobile Legends" bukan Rayhand yang menjawab malah Vanila yang menjawab.
"Shit! Gila! Sinting! Nih orang maen kagak bener! Kelompok mana sih lu!" umpat Rayhand pada layar ponselnya.
"Ray, elu belum merasakan jurus super mistik ala Vanila Yudiana yang kerennya bukan main yah?!" balas Vanila.
"Ah, bodo amat yang penting gue harus memenangkan Mobile Legends ini dulu, sialan kagak bener lu main! Keluar sana lu!" umpat Rayhand lagi.
"Siap yah Ray gue akan mengeluarkan jurus super gue!" ucap Vanila. Vanila memberikan sebuah gaya yang sangat keren sekali, saking kerennya gerakannya salah.
"Siappp!" teriak Vanila, "jurus super ala Vanila siap dikeluarkan!"
Tanpa menunggu aba-aba Vanila langsung mengerakan gaya yang cukup keren, dan ternyata....
"Awh, awh, sakit Vanila!" pekik Rayhand.
"Siapa suruh kagak mendengarkan perintah dari ratu yang cantik nan rupawan ini" puji Vanila pada dirinya sendiri.
"Weeekkk, yang ada tuh Vanila si galak kayak nenek sihir" maki Rayhand.
"Eh, eh, ini anak dengarkanlah nasihat temanmu ini, janganlah jadi durhaka seperti Malin Kundang!" ucap Vanila yang gak ada nyambung-nyambungnya sama sekali.
"Baiklah, mak ku yang tersayang lepaskanlah jeweran maut ini dari telingaku"
"Wahai anakku, maafkanlah ibumu ini karena ibumu ini tidak akan melepaskan jeweran ini dari telingaku"
"Au ah"
"Ih, Ray kenapa? Ray gila, Ray gila, tau gak De si Ray kan dah gila"
"Kalian ini kayak orang pacaran aja" ucap Dea sambil cengegesan.
Hening sesaat.
"GUE ENGGAK MAU PACARAN AMA NIH NENEK SIHIR! YANG ADA TIAP HARI GUE DICERAMAHIN" histeria Rayhand.
"IHHH, DIKATA GUE MAU APA AMA ELU, ELU AJA MUKA BOLEH GANTENG, TAPI KELAKUANNYA LANGSUNG GUE BILANG 'TOBATLAH ENGKAU NAK'" ucap Vanila asal.
"Amit-amit naif gue ama lu" Rayhand memukul keningnya sendiri.
"Gue cocok jadi biro jodoh" ucap Dea.
"JANGAN!" Vanila dan Rayhand berkata secara bersamaan.
"Noh kan, ngomong aja samaan apalagi nanti kalau udah pacaran yang ada samaan semua" ucap Dea, kemudian Dea terkekeh kecil.
"Ih, langsung aku katakan 'IDIHYU'" ucap Vanila.
"Kalau elu jadi biro jodoh yang ada seluruh dunia langsung gempar karena biro jodoh lu" ucap Rayhand.
"First" ucap Dea asal.
"Mampus! Mobile Legends gue! Mobile Legends gue tersakiti! Dia kalah! Enggak dapet gold! Semua ini karena engkau! Apa yang kau lakukan kepadaku itu ja-ha-t!" ucap Rayhand dramatis.
"Gak usah sok dramatis deh" Vanila memutarkan bola mata jengkel miliknya.
"Mobile Legends kuuu! Kasihan sekali kau Virgo! Engkau tidak mendapatkan emas karena nenek sihir ini!" ucap Rayhand dramatis.
"Heh! Kurang diajar kau ini! Ngatain putri yang cantik nan rupawan ini menjadi nenek sihir!" ucap Vanila sambil berkacak pinggang.
"Nyatanya iya kan? Huh nenek sihir!" ledek Rayhand.
"Aku ingin menjadi seperti awan menampung semua kesedihanmu, hahaha" ejek Vanila. Pipi Rayhand bersemu merah.
"Anjir lu!" umpat Rayhand.
"Berisik! Aku mau tidur aja" ucap Dea sambil menarik selimutnya.
"Iyah, Lion gak ditanyain nih?" Tanya Rayhand. Namun, orang yang ditanya sudah terlelap terlebih dahulu memasuki alam mimpi.
Hai, terimakasih buat kalian yang udah mau baca. Kalian boleh tekan tanda bintang sebelah kiri, yang ada tulisan 'Beri Suara'
Salam penulis
Elsaday Rombetasik
KAMU SEDANG MEMBACA
Vanila
General FictionVanila (Completed) Part lengkap Nama gadis itu adalah Vanila Yudiana harus menjalani kehidupannya dengan sangat berat. Dia dititipkan oleh Tante dan sepupunya sendiri. Vanila memusuhi kakak sepupunya sendiri, karena ia iri kepada kakak sepupunya itu...
