"Mi...ka?" Rayhand terbata-bata.
"Loh, kamu kok ada disini? Bukannya kamu ada di Milan?" Tanya cewek itu yang bernama Mika.
"Aku udah pulang dari Milan kok" jawab Rayhand. Vanila tak percaya dengan sosok yang dihadapannya ini, dia mirip dengan sosok yang mengusirnya didepan rumah Vera saat dia kecil.
"Terus dia siapa?" Tanya Mika yang menatap Vanila dengan pandangan tidak suka.
"Pa--"
"Bukan gue cuman temennya kok" bohong Vanila.
"Bagus deh" ucap Mika dengan lega.
"Namanya siapa?" Tanya Vanila. Cuman untuk memastikan.
"Aysilana Eramika Deravania, panggil aja gue Mika" jawab Mika memperkenalkan diri. "Elo?"
Deg! Dugaan Vanila benar
"Vanila Yudiana" jawab Vanila singkat.
"Vanila Yudiana? Kayaknya gue pernah denger, ehmm. Oh iya gue ingat. Nama lu mirip banget sama anak yang manfaatin adek gue, mirip banget namanya. Kalau mukannya sih gue agak lupa" ucap Mika sambil berusaha mengingat.
"Salah orang kali lo" sangkal Vanila.
"Mungkin"
"Eh, gue pulang dulu yah. Gue pamit" pamit Rayhand pada Mika. Rayhand menarik tangan Vanila namun Mika mencekal tangan Rayhand.
"Gue boleh minta tolong gak?" Tanya Mika. Rayhand menghela nafas.
"Minta tolong apa?" Tanya Rayhand.
"Temenin gue belanja yuk, gue juga mau ke toko buku. Plisss yah" pinta Mika.
"Yaudah gue temenin" ucap Rayhand. Rayhand hendak menarik tangan Vanila namun dicegah oleh Mika.
"Berdua aja" pinta Mika lagi.
"Kenapa kalau gue ngajak Vanila?" Tanya Rayhand.
"Yah.... Gue maunya berdua aja" pinta Mika lagi.
"Lah? Gue ta--"
"Enggak apa-apa kok, gue pulang aja. Bye, happy weekand" ucap Vanila berusaha menyembunyikan kesedihannya.
"Van" pinta Rayhand.
"Enggak apa-apa gue pulang yah" pamit Vanila. Rayhand hanya diam sedangkan Mika hanya tersenyum senang.
...
Tas belanjaan penuh dengan baju-baju favorit dan buku-buku yang dibeli Mika. Sangat banyak. Sebenarnya Rayhand sudah sangat lelah, namun apa daya ia sangat tidak tega pada Mika.
"Udah?" Tanya Rayhand.
"Belum, makan dulu yuk" ajak Mika.
"Enggak, aku udah kenyang" tolak Rayhand halus.
"Plis temenin yah" pinta Mika. Rayhand hanya bisa pasrah sekarang.
"Ya"
Mika tersenyum senang.
Ting!
Ponsel Rayhand berbunyi. Dia mengambil ponselnya, pesan dari Vanila.
Nanti, aku tunggu kamu di depan rumah kamu
Ok
Rayhand menutup ponselnya dan melanjutkan hari membosankannya bersama Mika.
...
E
s krim rasa coklat dan vanila sudah tergenggam erat ditangan Dea dan Lion. Keduanya baru saja makan di pizza hut. Kebetulan disana tersedia es krim.
Enak lah pokoknya es krim nya.
Keduanya tersenyum senang. Rasa sakit hati sudah terbalaskan oleh rasa senang dan rasa kasih sayang dan cinta untuk Lion.
...
Yeeyy, updateee
Tinggalkan vote disetiap cerita.
Maaf dikit yah, lagi banyak tugassss. Lain waktu pasti banyak kok
Ok, byeeee
KAMU SEDANG MEMBACA
Vanila
Ficção GeralVanila (Completed) Part lengkap Nama gadis itu adalah Vanila Yudiana harus menjalani kehidupannya dengan sangat berat. Dia dititipkan oleh Tante dan sepupunya sendiri. Vanila memusuhi kakak sepupunya sendiri, karena ia iri kepada kakak sepupunya itu...
