File 11 : Tahanan Kurus Bertato

6.3K 577 7
                                    

Beberapa saat kemudian, mereka tiba. Tempat itu dijaga ketat oleh sejumlah sipir, tapi sekitar lapas pedagang kaki lima berjejeran. Lalu lalang dan transaksi jual beli pun, berlangsung tanpa ada yang merasa janggal. Padahal, meraka jelas-jelas berada di tempat para penjahat sedang ditahan.

"Tidakkah mereka merasa takut?" gumam Rain.

Dua orang sipir membuka gerbang. Mereka sudah melihat plat mobil patroli yang dikendarai Letnan Andi. Keduanya segera memberi hormat, menyambut kedatangan keduanya. Tamu-tamu itu pun, dibawa menuju ke ruang informasi, di mana seorang petugas sudah siap melayani.

"Ini berkaitan dengan kasus pembunuhan yang saat ini saya tangani," ujar Letnan Andi

Ia menunjukkan surat penugasan, dan anggota di situ pun memeriksa.

"Baiklah, rekan saya akan memandu kalian."

Paham maksud kedatangan dua petinggi itu, petugas pun, memandu mereka menuju sebuah sel.

Sepanjang lorong, mereka melihat napi-napi bermuka sangar bersandar pada dinding sel. Tatapan mereka kelihatan menyeramkan. Apalagi, kebanyakan juga bertato, tapi dua perwira ini sama sekali tidak merasa gentar. Mereka balas melotot, hingga orang-orang di balik jeruji itu berhamburan, ketakutan.

"Selnya ada di ujung sana, komandan!" pandu Si Petugas.

"Bukan yang tengah, ya?" tanya Letnan Andi.

"Bukan, komandan, izin!" jawabnya.

Para napi itu serentak mengelus dada, lega. Mereka semua rupanya takut dikunjungi, sehingga terus memperhatikan.

"Di sini, komandan!"

Si Petugas mengarahkan.

"Tolong dibuka, prajurit!" seru Letnan Andi.

"Siap!"

Dengan sigap petugas membuka pengunci ganda, yang mengamankan sel bernomor 316 itu. Entah mengapa, tempat itu begitu terisolir. Sudah memakai pintu baja, kuncinya ada dua, lantainya pun, hanya cor-coran seadanya. Kelihatannya, tempat itu dibuat secara dadakan, dan terkesan sejadinya.

"Mana tahanannya?" tanya Letnan Andi.

"Izin, komandan!"

Petugas segera memeriksa kamar mandi yang ada di dalam sel.

"Cing! Cing!" panggilnya.

"Lagi boker sebentar, pak!" teriak seseorang dari dalam kamar mandi.

"Dia ada di dalam, komandan!" lapornya.

Letnan Andi pun, mengangguk.

"Hati-hati, dan semoga beruntung, komandan!"

Setelah memastikan semuanya aman, Si Petugas pun, berjaga di luar.

"Siapa yang ditahan di tempat semacam ini?" pikir Rain.

Tak lama kemudian, Si Tahanan pun, keluar dari dalam kamar mandi.

"Eh, ada tamu tidak diundang rupanya?" sapanya.

Rain mendesah. Sosok yang keluar dari kamar mandi rupanya kurus kering.

"Kupikir sangar," gumamnya.

"Maaf, pak perut saya lagi tidak bagus!" kata Si Tahanan.

"Kamu tidak sedang berusaha melarikan diri lagi, kan?" tanya Letnan Andi.

"Tidak, kok! Saya sudah kapok." Si Tahanan.

"Apa yang barusan kamu lakukan?"

"Hanya mengeluarkan sisa makanan kalian yang tidak enak."

File 73Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang