23. Shadow

123 10 5
                                        

Deruan motor milik Lucas berseru dengan lantang, yang membuat satpam rumahnya segera berlalu membukakan gerbang untuk cowok itu.

Lucas segera masuk, berhenti ketika sudah sampai di samping garasi rumahnya dan mematikan motornya lantas turun setelah membuka helm.

Langkah cowok itu terkesan amat gusar. Dilihatnya jam ditangan menunjukan waktu masih pukul sembilan malam. Ia berdecak. Menyugar rambutnya dan membuka pintu secara asal untuk segera membenah diri dan tidur.

Namun, pandangannya seketika berapi ketika ia melihat seorang perempuan yang sedang asik bercengkrama dengan Sandra, adiknya di ruang keluarga.

Lucas mendecih, berusaha mengabaikan namun panggilan Sandra membuat ia memberhentikan langkah menuju tangga.

"Bang, ada kak Rachel." Sandra berucap riang memanggil kaka nya yang saat ini dipunggungi Rachel.

Sandra berdiri, begitu juga dengan Rachel yang ikut menoleh ke belakang ketika melihat Lucas berdiri di tepi tangga, dengan menenteng switer biru donker yang cewek itu tahu habis dikenakan Audrey.

Namun, nampaknya Lucas tak mengindahkan panggilan adiknya yang satu itu. Justru kini ia kembali menaiki anak tangga.

"Lucas," Rachel tiba-tiba memanggil, "aku mau ngomong sama kamu sebentar aja." Pinta dirinya, yang mungkin berpeluang kecil Lucas akan mendengarkannya.

Melihat hal tak mengenakan diantara kedua orang ini, membuat Sandra mencibirkan mulutnya saat tahu Lucas tak merespon perkataan Rachel. Sandra berdecak, berjalan cepat menuju tangga untuk menghalau langkah kakak nya.

"Bang, kam Rachel mau ngomong, bisa gak sih jangan suka bikin kesel." Protesnya yang akhirnya demi sebuah rasa kasih sayang pada adiknya itu, Lucas berbalik badan, menatap lelah Sandra lalu berjalan turun untuk menuju halaman belakang.

"Tuh kak, sana, ngomong sama Bang Luke. Fighting!" Sandra memberi semangat dengan menunjukan tinjunya ke atas. Membuat Rachel tersenyum dan langsung menyusul Lucas ke halaman belakang.

Disana, Lucas enggan duduk di bangku taman tepi kolam renang yang terdapat dirumahnya. Cowok itu hanya meletakan switer donkernya di meja kayu yang dikelilingi payung taman. Lantas berdiri dengan kedua tangan berlipat dada membelakangi Rachel.

Lucas bergeming. Membuat Rachel tak betah berlama-lama dan memilih membuka suara duluan.

"Kamu abis darimana sama kak Audrey?" tanya Rachel dengan melirik switer yang berada disampingnya.

"Motivasi lo kesini ngapain?" namun, bukan jawaban yang Rachel dapatkan. Lucas justru menanyakan maksud kehendaknya bertamu kerumah lelaki itu.

"Sandra ngajak aku,"

Lucas yang mendengar berseringai, "Sandra bukan tipikal orang yang suka ngajak orang lain."

Dan Rachel kalah satu kosong ketika mendengar jawaban Lucas.

Cewek itu menelan salivanya, tahu salah menjawab, Rachel memajukan langkahnya pelan. "Aku mau mastiin kalau kamu gak pulang larut malam,"

"Dosa lo, kalo gue pulang malem?" Lucas mengganti posisi menjadi menaru kedua tangannya didalam saku.

"Kamu abis darimana sama Audrey?" Rachel terlalu lelah mendapat pengelakan dari Lucas disetiap ucapannya. Kini, saatnya ia mengulangi pertanyaan pertamanya.

"Pacaran." Singkat, namun jawaban itu berhasil meluluhlantahkan Rachel.

"Aku mau kalian putus."

Suara yang barusan Lucas dengar terdengar cukup tidak masuk akal dan tak dapat diterimanya. Lucas tertawa, menaikan satu alisnya dan berbalik badan menghadap Rachel.

WHO CARES? Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang