Audrey kini menumpahkan seluruh isi perutnya di westafel, ia sempat mendengar riuh-riuh di luar sana namun tak begitu ia hiraukan. Ia kini hanya mementingkan rasa tak enak yang ada didalam perut dan kepalanya.
Audrey menghela napas lelah, menundukan kepalanya setelah lebih dari lima menit berada didalam toilet namun tak kunjung membaik. Ia lalu menyalakan keran, menghilangkan bekas muntah nya yang menjijikan dan semakin membuat nya mual kemudian membasuh wajahnya perlahan.
Belum sepenuhnya sadar, karena beberapa detik kemudian seseorang dari salah satu bilik kamar mandi keluar sambil membetulkan resleting celananya dan betapa terkejutnya ia mendapati wanita memasuki toilet pria.
Namun, bersamaan dengan itu, Audrey juga menjatuhkan tubuh nya ke lantai kamar mandi dengan air yang masih bercucur di keran yang belum sempat ia matikan.
Pingsan. Dan itulah yang lelaki itu lihat melihat Audrey menjatuhkan diri dengan mata tertutup. Dan ketika matanya melihat penampilan Audrey yang tak beres membuat ia dengan cepat mengambil tindakan.
Diangkatnya pelan tubuh Audrey dan mengeluarkannya dari kamar mandi sebelum orang lain melihat lalu terjadi kesalahpahaman walaupun itu... benar.
Karena begitu ia keluar dari pintu kamar mandi, tak sengaja salah teman lelaki yang datang bersamanya melihat dirinya menggendong perempuan pingsan keluar dari toilet cukup menambah deretan sialnya.
"Wah bro gila, lo gak sal—"
"Sstt, gue jelasin nanti. Minggir"
Akan tetapi, lelaki itu segera mengumpat ketika jalannya dijegat oleh salah satu teman dihadapannya ini, temannya kemudian menyempatkan diri untuk mengkesampingkan rambut Audrey yang menghalangi wajahnya.
"Cantik juga bro, kayanya blast—"
"Brisik lo." Katanya kesal dan segera berlalu secara paksa membuat temannya disana agak memiringkan badannya di lorong kamar mandi yang agak sempit.
Cowok itu sempat ingin membawa Audrey keluar dari tempat malam disana, namun Alsa yang dari kejauhan menyadari temannya dari warna rambut Audrey yang menggantung di udara sedang dibawa lelaki asing lantas berteriak lantang dan menghampiri lelaki itu.
"Woy, temen gue!" Alsa berteriak cukup nyaring. Ada rasa khawatir saat tahu Audrey dibawa oleh orang asing apalagi Audrey belum ada sehari di Indonesia sekarang ini.
Tanpa basa-basi Alsa segera mendekati orang yang membopong Audrey keluar area club. Alsa juga tak melihat orang itu dari depan, ketika dari jarak dekat, ia kemudian dengan paksa meraih pundak seseorang itu dan memutar baliknya.
"Lo!" Pandangannya seketika melebar, mulutnya terbuka ketika tahu sesosok yang cukup ia kenali yang ternyata menggedong Audrey. Bukan hal aneh bagi Alsa, namun jadi tak wajar dalam benak nya ketika Audrey yang ada dalam gendongan cowok itu.
"Brengsek lo. Lo ngapain gendong temen gue?!"
"Oh ini temen lo?" cowok itu menggerakan singkat tubuh Audrey yang dibawah gendongannya.
Alsa lantas mengangguk angkuh. "Emang dasarnya kurang ajar lo ya! kembaliin temen gue!" bentak Alsa, tak terima.
Cowok itu menaikan alisnya sesaat, tanpa menjawab ucapan Alsa, ia justru mengarahkan langkah nya menuju sofa yang kebetulan kosong, satu longkap dari sofa tempat Alsa dan Audrey yang sebelumnya mereka tempati.
Ia kemudian melepaskan Audrey dari rengkuhannya yang masih setia pingsan disana, menarunya perlahan dan meletakan kepala Audrey di batas sofa yang lebih tinggi.
"Itu. Udah gue taro di tempatnya. Tadi dia salah masuk toilet terus pingsan. Bilangin, kalo mabok pikir ulang. Gak ngotak banget." Cowok itu lalt berbalik setelah berucap sarkasme seperti tadi, meninggalkan Alsa yang masih terpengarah atas ucapan cowok yang sudah ia cap brengsek itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
WHO CARES?
Novela Juvenil#WATTYS2019 [SEBAGIAN PART DI PRIVAT ACAK. FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Jika yang kalian harapkan adalah ketika seorang laki-laki yang menjadi pusat perhatian bertemu perempuan anggun yang terbuai bujuk gombalnya, maaf, karena ini bukan cerita seperti it...
