41. RS. VancyLit

156 12 2
                                        

kalau ada kesalahan kata monmap ya! maciw☺️

Tak ada yang bisa jauh lebih membuat Audrey bahagia sekarang selain kabar luar biasa yang dia dapat dari satu-satu nya sahabat yang ia miliki sekarang.

Alsa siuman. Perempuan itu tersadar dari tidur panjangnya ketika Audrey dalam perjalanan menuju VancyLit, salah satu club area yang pernah ia singgahi dua kali itu hanya untuk sekedar mencari euforia kesenangan duniawi ketika dua-tiga masalah terus ia hadapi. Yang otomatis membuat Audrey memutar balik setir nya kearah kiri, merubah haluan dari tempat temaram itu menuju rumah sakit ketika mendapat panggilan telepon dari Ibu Alsa.

Audrey memakirkan mobil nya di parkir basement rumah sakit, melalui pintu kaca geser otomatis yang langsung terhubung ke dalam, Audrey sudah sangat hapal dimana letak ruang Alsa dirawat, menunggu lift yang tak butuh waktu lama, masuk lalu menekan tombol lantai empat, Audrey diam dengan tenang sembari membuka notifikasi ponselnya, dan sudah sangat ia tebak, puluhan panggilan dari Lucas yang selalu ia riject ataupun sengaja tak ia angkat lagi-lagi kembali mengotori notifikasi ponselnya sejak kepulangan mereka dari kantor kepolisian. Audrey sengaja menjaga jarak dengan cowok itu termasuk perlahan memutus hubungan karena ia rasa itu adalah pilihan terbaik dari sekian opsi buruk miliknya.

Denting lift berbunyi, Audrey dengan cepat keluar dari lift dan berjalan keruangan Alsa, sebentar mengintip suasana didalam ruangan Alsa dari kaca pintu sebaris disana sebelum mendorong handle pintu ke dalam.

Suasana disana tidak begitu ramai, hanya terlihat beberapa suster dan dokter yang mengontrol sembari membuka beberapa alat bantu Alsa yang terpakai, dan tentu Sarah dan Yona, Ibu dan Kakak perempuan Alsa yang harus bolak balik Bogor-Jakarta guna untuk mengurus keperluan Alsa selama masa koma.

Audrey mendekat pada Sarah yang tersenyum melihat kehadirannya. Hanya Sarah lah yang melihat dirinya seolah-olah ia adalah anak baik hati, rendah diri dan sopan karena mampu memperlihatkan keterbukannya di hadapan Sarah.

Audrey tersenyum, ia menyalimi tangan Sarah dan memeluk hangat singkat yang tentu saja mendapat balasan. Lalu tersenyum sama hangatnya pada Yona yang sudah cukup-cukup lama tak bertemu.

"Tante seneng banget kamu langsung dateng kesini," Sarah berujar sembari mengusap air mata harunya karena perasaan lega mengetahui Alsa sudah siuman. Audrey mengangguk, "Iya Tan, aku juga seneng kok Alsa sadar juga." Jawabnya sembari mengelus pundak Sarah lembut.

Yona, perempuan dengan bentang jarak dua tahun lebih tua dari dirinya itu terkikih pelan, "Kemana aja kamu?" katanya, menepuk lengan Audrey jahil.

Yona, Audrey, Alsa dan Mora dulu saat jaman Sekolah Dasar mereka sedangkan Mora TK merupakan teman bermain kecil yang setiap siang selalu bermain di taman belakang dan paviliun rumahnya yang dulu bagai bascamp mereka sehari-hari. Bermain ayunan dan memanjat rumah pohon, menggambar, bermain dampu bulan, gobak sodor atau sekedar bermain monopoli di paviliun. Kesenangan itu hampir selalu ada, sebelum beberapa kasus seperti perceraian orang tua Alsa disusul dengan meninggalnya Amora dan bertambah orangtua nya yang ikut bercerai, lalu kepindahannya ke California turut andil membuat semua keadaan menjadi berubah.

Audrey menjulurkan lidah nya meledek ke arah Yona, kebiasaannya sewaktu kecil saat Yona yang paling tua diantara mereka mulai sok menasehati kala itu. "bukannya kamu Na, yang kemana aja nih?" Audrey mencibir meledek.

Yona tahu apa yang terjadi pada Audrey sekarang, tapi rasanya bertatap muka dengan cewek itu membuat Yona patut mengapresiasi seberapa keras usaha Audrey untuk memperlihatkan bahwa everything is alright.. Dan seolah-olah seperti menikmatinya sembari take your beer and keep chill.

"Gak ada bedanya kamu sama dulu ternyata," Yona menggelengkan kepalanya pelan pada Audrey. Audrey hanya membalas dengan memutar bola mata yang lagi-lagi meledek pada Yona dan menoleh kearah bangkar Alsa yang terbaring. "Udah lah, mending aku lihat Alsa yang nolep." Katanya sembari tertawa yang menular pada Sarah dan Yona. "Lihat Alsa ya Tan?"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 18, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

WHO CARES? Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang